Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
blog-img-10

Posted by : Administrator

Warning! Vape Sama Bahayanya dengan Rokok Konvensional

Selain rokok konvensional yang marak beredar di seluruh kalangan masyarakat Indonesia, ada satu lagi yang populer khususnya di kalangan anak muda, rokok elektrik/Vape. Migrasi konsumen rokok konvensional ke rokok elektrik cukup besar di kalangan pemuda tersebut, karena alasan “vape” mengandung nikotin yang rendah. Benarkah demikian?

Dr. Rita Anggraini, MKM., Kepala Puskesmas Kecamatan Matraman mengatakan bahwa rokok elektrik atau rokok konvensional sama bahayanya. Kandungan nikotin dan zat kimia juga ada dalam rokok elektrik. Hanya saja, hal yang membuat “Vape” menarik adalah perasa yang juga memiliki racun.

“Sama saja mau rokok konvensional atau elektrik, karena keduanya mengandung nikotin. Mau rendah atau nggak bahaya nikotin kan sama, merusak tubuh. Hanya saja kalau rokok elektrik ditambah perisa, supaya lebih menarik,” papar dr. Rita Anggraini, MKM., Kepala Puskesmas Kecamatan Matraman.

Tentunya, jika seluruh zat tersebut dikonsumsi dalam waktu lama, tentu bukan tidak mungkin timbulnya penyakit serius seperti kanker.

Selain itu, berdasarkan Data Survei Global Penggunaan Tembakau Pada Masyarakat Indonesia Tahun 2021 (GATS 2021) yang diluncurkan di Kementerian Kesehatan, menunjukkan prevalensi perokok elektrik naik dari 0.3% (2011) menjadi 3% (2021). Kemudian, prevalensi perokok remaja usia 13-15 tahun juga meningkat sebesar 19,2%.

Wamenkes RI Dante Saksono Harbuwono berharap temuan ini bisa menjadi landasan bagi para stakeholder dan masyarakat terutama orang tua untuk bersama-sama menghentikan aktivitas merokok terutama di kalangan remaja. Mengenai aturan, Wamenkes Dante mengatakan baik rokok elektrik dan konvensional sama, baik ketentuan konsumen, tidak boleh digunakan di kawasan tanpa rokok dan tidak boleh beriklan di media konvensional di bawah pukul 21.00.