blog-img-10

Keterangan : Diseminasi Hasil Kajian Paparan Personal Polusi Udara Pada Anak Sekolah Dasar, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sehat Sejak Dini

Posted by : Administrator

Diseminasi Hasil Kajian Paparan Personal Polusi Udara Pada Anak Sekolah Dasar, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sehat Sejak Dini

Jakarta, 11 Februari 2026 – Pencemaran udara masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Jakarta termasuk anak usia sekolah dasar merupakan salah satu kelompok rentan yang terpapar pencemaran udara setiap hari, baik di rumah, dalam perjalanan ke sekolah, maupun selama berada di lingkungan sekolah. Untuk itu, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta bersama Vital Strategies menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Paparan Personal Polusi Udara Pada Anak Sekolah Dasar yang berlangsung di Ruang Auditorium lt 2 Gedung DInas Kesehatan DKI Jakarta, pada Rabu (11/2). Melalui kajian ini, siswa sekolah dasar dilibatkan sebagai ilmuwan junior dengan membawa sensor portabel selama 24 jam untuk menangkap pola paparan pencemaran udara dalam aktivitas keseharian mereka.

Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Savitri Handayana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rangkaian kegiatan ini yang berjalan dengan baik.

“Kalau melihat antusiasme anak-anak sekolah itu, saya sebenarnya sangat excited, Jadi tadi saya senang lihat anak-anak excited memperkenalkan bagaimana cara mencegah polusi udara” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa polusi udara memiliki dampak besar terhadap kesehatan, terutama terhadap infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Selain itu, udara juga menjadi salah satu media penyebaran berbagai penyakit, termasuk yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendukung kegiatan kajian ini. Menurutnya, pendidikan sejak usia dini merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter peduli lingkungan.

“Ilmuwan junior ini membuat kita menanamkan rasa menjaga bumi sejak kecil. Saya harap adik-adik jangan berubah ya. Jadi ini harus menjadi role model buat teman-temannya. Bahwa apa yang adik-adik lakukan tadi itu menjadi suatu contoh baik di sekolah ataupun di rumah ataupun mungkin di keseharian. Termasuk yang paling kecil adalah buang sampah pada tempatnya.” Tambahnya

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni, menjelaskan bahwa derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu lingkungan (40%), perilaku (30%), pelayanan kesehatan (20%), dan faktor genetik (10%).

“Artinya, faktor lingkungan memiliki kontribusi terbesar terhadap kesehatan masyarakat. Dalam konteks polusi udara, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia harus menjadi prioritas perlindungan. Dampaknya tidak hanya pada paru-paru dan saluran pernapasan, tetapi dalam jangka panjang juga berisiko terhadap penyakit kardiovaskular,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif yang dilakukan secara lebih masif serta kolaboratif

“Semoga kegiatan ini bukan hanya kegiatan sesaat. kita bisa membentuk forum kedepan untuk sama-sama berkolaborasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama untuk perilaku dan kesehatan lingkungan” ujarnya.

Dalam kajian ini menghasilkan bukti lokal mengenai waktu, lokasi, dan tingkat paparan pencemaran udara pada anak, sehingga memberikan dasar yang lebih kuat bagi perumusan kebijakan dan intervensi perilaku yang lebih terarah. Kegiatan ini juga dilakukan pemaparan hasil kajian Personal Exposure Monitoring (PEM) oleh Dwi Agustian dari Universitas Padjajaran dan juga pemberian penghargaan kepada ilmuwan junior peserta dan pemenang lomba konten edukasi dan promosi kesehatan. [AA]

Kembali

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Jl. Kesehatan No 10
Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
DKI Jakarta 10160

    Kontak

  • +62213451338
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    +62 822-1388-8006 (Hotline)
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    dinkes@jakarta.go.id

Media Sosial

   Sitemap