Orang Tua Wajib Ketahui Jumlah Urin Anak
Salah satu gejala gangguan ginjal akut progresif atipikal/ Acute Kidney Injury [AKI] adalah menurunnya produksi urin pada anak. Kementerian Kesehatan RI mengimbau kepada setiap orang tua untuk tetap tenang namun perlu waspada, dengan mengenali gejala gagal ginjal akut pada anak. Mengetahui jumlah produksi urin secara berkala pada anak bisa menjadi cara mendeteksi gagal ginjal pada anak. Adapun tips cara mengukur jumlah urine pada anak adalah sebagai berikut;
1. Ketahui Jumlah Air Seni Pada Anak
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia [IDAI], jumlah urin anak normal berbeda-beda, tergantung dengan usia dan berat badan. Moms, berikut penjabarannya:
- Bayi Baru lahir < 1 Bulan : 1-3 ml/kg/jam
- Bayi [1-12 bulan] : 1 ml/kg/jam
- Anak [1-10 tahun] : 1-2 ml/kg/jam
- Remaja [10-18 tahun] : 0,5-1 ml/kg/jam
2. Jumlah Air Seni Anak Berdasarkan Usia per 24 jam
Bayi baru lahir < 1Bulan
- 1-2 hari : 16 - 60 ml/24 jam
- 4-12 hari : 100 - 300 ml/24 jam
- 15-60 hari : 250 – 450 ml/24 jam
Anak
- 1 tahun : 500 ml/24 jam
- 3 tahun : 600 ml/24 jam
- 5 tahun : 700 ml/24 jam
- 7 – 8 tahun : 1.000 ml/24 jam
- 15 tahun : 1.500 ml/24 jam
Jika Sudah Mengetahui Jumlah Air Seni Anak, Maka Kini Ayah Dan Bunda Bisa Menghitung Atau Mengukurnya. Nah, Berikut Caranya:
1. Mengukur Dengan Manual
Jika anak ayah dan bunda sudah bisa buang air kecil sendiri, maka cara mengukurnya dengan menampung urin dengan gelas ukur atau wadah pengukur. Jika sudah, kemudian hitung air seni anak dengan rumus sebagai berikut:
Jumlah Air Seni [ml] : Berat Badan [kg] Anak
Durasi Pengukuran Air Seni [Jam]
Kita ambil contoh ya bun!
Ari [laki-laki], berusia 10 tahun dengan berat badan 30 kg, jumlah air seni sejak jam 06.00-12.00 sebanyak 500ml, maka:
Produksi Air Seni: 500ml : 30 Kg = 2.7ml/kgBB/jam
6 jam
Kesimpulannya: Jumlah Air Seni Normal.
Kemudian bagaimana Ayah dan Bunda dengan anak yang masih kecil [bayi-balita] dan masih menggunakan popok? Orang tua tetap bisa menghitung jumlah urin anak kok dengan timbangan digital atau timbangan manual yang pengukurannya menggunakan satuan gram. Detailnya seperti ini:
- Timbang terlebih dahulu popok kosong/kering.
- Kemudian timbang berat popok setiap 2-3 jam atau saat diganti
- Gunakan timbangan yang dapat mengukur hingga satuan gram
- Kurangi berat popok bekas pakai dengan berat popok kering
- Note: perhitungan IDAI, berat satu gram setara dengan satu mili [1 Gram=1 ml]
Rumus:
[Berat Popok Kotor - Berat Popok Bersih] Gram : Berat Badan [Kg] Anak
Durasi Pengukuran Air Seni [Jam]
Kita ambil contoh ya Bun!
Bayi Azam, Laki-laki, 12 Bulan dengan berat 10 kg. berat popok bersih 20 gram dan berat popok kotor 80 gram. Popok diganti setelah 3 jam pemakaian.
Prod. Air Seni: [80 gram – 20 gram]: 10 kg = 60 gram : 10 kg =. 60ml : 10 kg
3 jam 3 Jam 3 Jam
Hasil: 2 ml/kgBB/jam
Kesimpulan: Jumlah Produksi Air Seni Normal
Source: Ikatan Dokter Anak Indonesia