blog-img-10

Keterangan : Monitoring dan Evaluasi Implementasi Rightsizing Surveilans ILI SARI Provinsi DKI Jakarta

Posted by : Administrator

Monitoring dan Evaluasi Implementasi Rightsizing Surveilans ILI SARI Provinsi DKI Jakarta

Jakarta, 11 Februari 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat sistem surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) sebagai langkah strategis dalam deteksi dini serta pencegahan potensi pandemi influenza. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan CDC Indonesia menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Implementasi Rightsizing Surveilans ILI-SARI yang berlangsung di Oria Hotel, Rabu (11/2).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Savitri Handayana; Deputi Direktur CDC Indonesia, Mr. Ken Chen; Ketua Tim Kerja TB-ISPA Kemenkes RI, Triya Novita Dinihari. Peserta yang hadir berasal dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, Suku Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta PKM Tanah Abang, Pademangan, Cengkareng, Kebayoran Lama, Duren Sawit selaku Puskesmas Sentinel ILI DKI Jakarta, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso selaku RS Sentinel SARI DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Savitri Handayana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada DKI Jakarta sebagai lokus rightsizing surveilans ILI-SARI. Menurutnya, penetapan ini menjadi peluang untuk semakin mengoptimalkan pelaksanaan surveilans di ibu kota.

““DKI Jakarta sebagai pintu gerbang mobilitas dan wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi memiliki peran penting sebagai sentinel. Oleh karena itu, fungsi surveilans harus dijalankan secara optimal untuk memastikan deteksi dini penyakit berjalan efektif,” ujarnya.

Ketua Tim Kerja TB-ISPA Kemenkes Triya menjelaskan influenza adalah penyakit yang selalu terjadi namun harus diwaspadai karena mutasi yang sangat mudah terjadi pada virusnya. Menurutnya, patogen influenza dapat seketika menimbulkan wabah di tengah masyarakat. untuk itu perlu dilaksanakan surveilansnya dengan baik. agar surveilans berjalan optimal.

“Perlu ditentukan site-site sentinel dan dijalankan fungsinya dengan optimal sehingga surveilans melalui sentinel tersebut dapat membentuk sistem kewaspadaan dini penyebaran penyakit” ungkapnya.

Sementara itu, Mr. Ken Chen menyampaikan surveilans oleh sentinel adalah pekerjaan yang berperan sangat besar dalam mencegah dan mengendalikan wabah di dunia. Sampel yang diambil di fasilitas kesehatan setempat diperiksa bertahap hingga level internasional dan bermanfaat untuk deteksi dini terhadap wabah hingga pembuatan formula vaksin influenza.

Pembahasan pada kegiatan monitoring dan evaluasi ini meliputi tantangan implementasi surveilans ILI-SARI, mulai dari capaian target pengambilan sampel yang belum optimal, masyarakat yang masih enggan dilakukan swab, hingga kendala pengiriman dan pemeriksaan spesimen oleh laboratorium. Selain itu, penguatan kompetensi dalam analisis, penyajian, serta diseminasi data dan informasi juga menjadi perhatian bersama.

Di sisi lain, terdapat peluang besar untuk penguatan surveilans ILI-SARI dengan terpilihnya Jakarta sebagai lokus rightsizing oleh CDC Indonesia dan Kemenkes RI. Dengan sinergi lintas pihak, surveilans yang lebih kuat menjadi fondasi kesiapsiagaan kesehatan masyarakat yang tangguh. [AA]

Kembali

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Jl. Kesehatan No 10
Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
DKI Jakarta 10160

    Kontak

  • +62213451338
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    +62 822-1388-8006 (Hotline)
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    dinkes@jakarta.go.id

Media Sosial

   Sitemap