Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
blog-img-10

Posted by : Administrator

Hari Pahlawan, Mengingat Kembali Perjuangan Tenaga Kesehatan di Kala Pandemi

Indonesia selalu memperingati 10 November sebagai Hari Pahlawan. Hari ini memperingati pertempuran di Surabaya, ketika pro kemerdekaan RI dan pejuang melawan para tentara Belanda dan Inggris. Untuk itu, setiap tanggal 10 November, kita harus selalu mengingat semangat dan perjuangan para pejuang kita terdahulu. Meneladani semangat gotong royong antar sesama.

Semangat perjuangan itu pun juga terus dilakukan oleh Tenaga Kesehatan kita sampai saat ini pula. Jika kita mengingat 2 tahun lalu, Indonesia dan negara-negara lainnya di dunia berjuang untuk mengentaskan COVID-19. Ketika COVID-19 melanda Indonesia, Tenaga Kesehatan lah yang berjuang menyelamatkan pasien. Tahun 2020 awal, ketika vaksin COVID-19 belum ditemukan, mereka harus menggunakan alat pelindung diri lengkap dengan tata cara penggunaan yang ketat. Karena jika tidak, maka bisa jadi mereka akan terpapar virus ini pula.

Sampai Dokter, perawat dan Tenaga Kesehatan lainnya tidak bisa menemui keluarganya karena harus tinggal di tempat yang khusus seperti Hotel darurat COVID-19 yang disediakan pemerintah saat itu. Bayangkan, bagi mereka yang memiliki anak, betapa rindunya mereka saat itu.

Sampai suatu ketika, satu per satu, Tenaga Kesehatan akhirnya bertumbangan. Ada yang terpapar COVID-19 hingga meninggal dunia. Petugas kesehatan pada akhirnya banyak mengorbankan waktu dan tenaga untuk memastikan kesembuhan pasiennya.

Menteri kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin pun juga mengucapkan rasa Bangganya, memiliki pahlawan dalam dunia kesehatan, terutama dalam beberapa tahun berjuang dalam COVID-19.

“Tenaga Kesehatan kita banyak yang kehilangan waktu untuk keluarga untuk kesembuhan pasien. Mereka  lebih mementingkan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi,” ucap Menteri kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Bahkan, di Maret 2022, Gubernur DKI Jakarta sebelumnya Anies Baswedan meresmikan monumen 37 nama tenaga kesehatan DKI Jakarta yang meninggal akibat COVID-19.

37 nama yang diresmikan ini merupakan Tenaga Kesehatan dibawah Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang wafat selama penanganan pandemi COVID-19. Nantinya akan ditambahkan dengan nama nama Tenaga Medis yang wafat di Jakarta, namun bukan berada di jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

“Sebagai rasa hormat dan penghargaan untuk Paramedis yang menjadi pertahanan terakhir untuk menyelamatkan sesama. Sebagian dari tenaga medis tersebut berpulang mendahului kita. Jembatan Penyeberangan ini juga menjadi tempat untuk mengekspresikan rasa hormat kita. Nama-nama mereka dipatri permanen di tempat ini sebagai bentuk penghargaan,” ucap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Kini, marilah kita bersama-sama terus bergotong royong untuk terus mentaati protocol kesehatan yang berlaku dengan 3M, Mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker untuk Indonesia bebas dari COVID-19. Bangkit indonesiaku, sehat negeriku. Pahlawanku, teladanku.