Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
blog-img-10

Posted by : Administrator

Nih Bunda, Vaksin dan Penyakit yang Bisa Dicegah oleh Vaksin

Imunisasi menjadi langkah kesehatan penting dan efektif untuk melindungi anak-anak. Sejarah menunjukkan, imunisasi telah membantu melindungi jutaan anak dari beragam penyakit menular dan membahayakan nyawa.

Imunisasi sangat efektif sehingga beberapa penyakit yang dahulu ditakuti kini berhasil diberantas atau dapat dikelola dengan mudah. Namun, beberapa waktu belakangan, dunia mencatat kemunculan penyakit-penyakit baru. Perkembangan ini membuat imunisasi anak kian penting.

Untuk mendapatkan perlindungan seumur hidup, anak perlu mendapatkan imunisasi lengkap sesuai dosis dan jadwal sejak lahir hingga berusia satu tahun. Setelah itu, anak perlu mendapatkan imunisasi lanjutan pada usia 18 bulan, selama bersekolah, dan saat dewasa, serta imunisasi tambahan atau mengejar imunisasi yang tertunda sesuai dengan kampanye vaksin dari Kementerian Kesehatan RI.

Imunisasi untuk anak tersedia gratis dari pemerintah di Puskesmas, Posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya. Bunda, berikut informasi lengkap tentang jadwal imunisasi anak:

 

Vaksin

Dosis

Cara pemberian

Mencegah

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Saat lahir

 

     

Hepatitis B dosis 0 bulan

Satu dosis

Injeksi

Hepatitis B, kanker hati

Nyeri, kemerahan, atau bengkak pada lengan tempat suntik

1 BULAN

 

 

 

 

Bacillus Calmette Guerin (BCG)

Satu dosis

Injeksi

TBC

Nyeri atau luka di area suntik; demam; sakit kepala; pembengkakan kelenjar yang terdapat di ketiak pada sisi lengan tempat suntik

Oral Polio Vaccine (OPV)-1

Dosis pertama

Oral

Polio

KIPI pasca-pemberian imunisasi sangat jarang.

2 BULAN

 

 

 

 

DPT-HB-Hib 1

Dosis pertama

Injeksi

Difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, kanker hati, meningitis, pneumonia

Bengkak, kemerahan, dan rasa sakit dapat timbul pada area suntik.

Anak mungkin mengalami demam untuk beberapa saat setelah imunisasi.

Gejala KIPI dapat timbul sehari setelah vaksinasi dan berlangsung selama 1-3 hari

Oral Polio Vaccine
(OPV)-2

Dosis kedua

Oral

Polio

KIPI pasca-pemberian imunisasi sangat jarang.

3 BULAN

 

 

 

 

DPT-HB-Hib 2

Dosis kedua

Injection

Difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, kanker hati, meningitis, pneumonia

Bengkak, kemerahan, dan rasa sakit dapat timbul pada area suntik.

Anak mungkin mengalami demam untuk beberapa saat setelah imunisasi.

Gejala KIPI dapat timbul sehari setelah vaksinasi dan berlangsung selama 1-3 hari

Oral Polio Vaccine (OPV)-3

Dosis ketiga

Oral

Polio

KIPI pasca-pemberian imunisasi sangat jarang.

4 BULAN

 

 

 

 

DPT-HB-Hib 3

Dosis ketiga

Injeksi

Difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, kanker hati, meningitis, pneumonia

Bengkak, kemerahan, dan rasa sakit dapat timbul pada area suntik.

Anak mungkin mengalami demam untuk beberapa saat setelah imunisasi.

Gejala KIPI dapat timbul sehari setelah vaksinasi dan berlangsung selama 1-3 hari

Oral Polio Vaccine (OPV)-4

Dosis terakhir

Oral

Polio

KIPI pasca-pemberian imunisasi sangat jarang.

Inactivated Polio Vaccine (IPV)-1

Satu dosis

Injeksi

Polio

Nyeri, demam

9 MONTHS

 

 

 

 

Campak-Rubela

Dosis pertama

 Injeksi

Campak, Rubela

Rasa sakit, bengkak, kemerahan

 

 

 

 

 

18 BULAN

 

 

 

 

Campak-Rubela

Dosis kedua

 Injeksi

Campak, Rubela

Rasa sakit, bengkak, kemerahan

DPT-HB-Hib 4

Dosis terakhir

Injeksi

Difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, kanker hati, meningitis, pneumonia

Bengkak, kemerahan, dan rasa sakit dapat timbul pada area suntik.

Anak mungkin mengalami demam untuk beberapa saat setelah imunisasi.

Gejala KIPI dapat timbul sehari setelah vaksinasi dan berlangsung selama 1-3 hari

KELAS 1 SD

 

 

 

 

Campak-Rubela

Dosis terakhir

Injeksi

Campak, Rubela

Rasa sakit, bengkak, kemerahan

DT

Satu dosis

Injeksi

 Difteri, Tetanus

Nyeri atau bengkak, demam, iritasi, lelah, selera makan menurun, muntah

KELAS 2 SD

 

 

 

 

 Td

Dosis pertama

Injeksi

Tetanus & Difteri pada orang dewasa

Rasa sakit, kemerahan atau bengkak pada area suntik, demam ringan, sakit kepala, lelah, mual, muntah, diare, nyeri perut

KELAS 5

 

 

 

 

Td

Dosis terakhir

Injeksi

Tetanus & Difteri pada orang dewasa

Rasa sakit, kemerahan atau bengkak pada area suntik, demam ringan, sakit kepala, lelah, mual, muntah, diare, nyeri perut

Untuk mengetahui jadwal lengkap vaksin, orang tua bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di Puskesmas terdekat.

 

Sumber: Unicef.org