Mengenal Kanker Tulang: Osteosarkoma
Hai Sobat Sehat, pernah dengar tentang kanker tulang? Salah satu jenis yang cukup sering dibahas adalah osteosarkoma. Ini merupakan kanker tulang ganas yang biasanya menyerang tulang-tulang besar, seperti paha, tulang kering, dan area sekitar lutut.
Osteosarkoma termasuk tipe kanker yang cukup agresif. Artinya, pertumbuhannya bisa cepat dan perlu ditangani sedini mungkin agar tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja, terutama saat masa pertumbuhan yang sedang pesat. Selain itu, faktor genetik dan riwayat paparan radiasi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya osteosarkoma.
Tanda-Tanda yang Sering Diabaikan
Nah, ini yang penting. Gejala osteosarkoma sering banget dianggap “cuma capek” atau “pegal biasa”. Padahal ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
- Nyeri tulang yang nggak biasa, Biasanya makin terasa saat malam hari atau setelah aktivitas. Dan yang bikin beda, nyerinya nggak hilang-hilang walau sudah istirahat.
- Bengkak di area tertentu, Bisa muncul benjolan, kemerahan, bahkan terasa hangat di bagian yang sakit.
- Gerakan jadi terbatas, Misalnya jadi pincang, atau susah menggerakkan bagian tubuh tertentu karena nyeri.
- Badan terasa nggak fit, Seperti cepat lelah, demam, berat badan turun, dan tampak pucat.
- Tulang jadi mudah patah, Dalam beberapa kasus, tulang bisa patah hanya karena aktivitas ringan, bahkan tanpa benturan.
Pengobatan Osteosarkoma
Pengobatan osteosarkoma tergantung pada stadium, meliputi tindakan operasi, kemoterapi dan radioterapi. Tujuan utama dari rangkaian terapi ini adalah untuk mengangkat tumor, mencegah penyebaran sel kanker, serta meningkatkan peluang kesembuhan, terutama pada anak-anak dan remaja yang menjadi kelompok paling sering terdampak.
Biasanya, pengobatan dimulai dengan kemoterapi sebelum operasi. Langkah ini bertujuan untuk mengecilkan ukuran tumor sekaligus menghambat penyebaran awal sel kanker ke bagian tubuh lain. Kemoterapi dilakukan dengan obat-obatan khusus yang diberikan melalui infus. Setelah tindakan operasi dilakukan, pasien akan kembali menjalani kemoterapi lanjutan untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa di dalam tubuh.
Radioterapi merupakan terapi tambahan untuk osteosarkoma. Apabila operasi tidak dapat mengangkat semua bagian tulang yang terkena kanker maka radioterapi dapat diberikan untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa kemudian dilanjutkan dengan kemoterapi lanjutan.
Setelah kemoterapi awal, pasien akan menjalani tindakan pembedahan untuk mengangkat tumor pada tulang yang terkena. Jenis operasi yang dilakukan bergantung pada kondisi pasien dan lokasi tumor. Jika memungkinkan, dokter akan melakukan limb-salvage surgery atau operasi pelestarian tungkai agar fungsi tangan atau kaki tetap dapat dipertahankan. Namun, jika tumor sudah terlalu luas atau melibatkan pembuluh darah dan saraf penting, maka amputasi mungkin perlu dilakukan. Meski demikian, pasien tetap dapat beraktivitas dengan bantuan prostesis serta menjalani rehabilitasi yang optimal.
Setelah operasi, kemoterapi kembali dilanjutkan sebagai bagian dari terapi untuk membasmi sisa-sisa sel kanker yang mungkin masih ada. Secara keseluruhan, durasi pengobatan osteosarkoma biasanya berlangsung sekitar 42 minggu atau kurang lebih 10 bulan. Oleh karena itu, menjalani seluruh rangkaian terapi secara lengkap dan mengikuti jadwal kontrol secara rutin sangat penting agar hasil pengobatan bisa maksimal.
Nah Sobat Sehat, osteosarkoma memang merupakan penyakit yang membutuhkan penanganan jangka panjang, namun dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, peluang kesembuhan tetap terbuka. Jadi, kalau kamu atau orang terdekat mengalami gejala seperti nyeri tulang yang menetap, bengkak, atau gangguan gerak, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar bisa mendapatkan penanganan sejak dini. [AA]
Referensi:
Kementerian Kesehatan RI
https://ayosehat.kemkes.go.id/mengenal-osteosarkoma-atau-kanker-tulang
cancer.org/cancer/types/osteosarcoma/treating/radiation-therapy.html
Buku Panduan Penemuan Dini pada Kanker Anak - Direktorat P2PTM - Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit - Kementerian Kesehatan RI Tahun 2023
