blog-img-10

Keterangan : Dinas Kesehatan DKI Jakarta Perkuat Akses, Digitalisasi, dan Transformasi Layanan Kesehatan untuk Wujudkan Sistem Kesehatan yang Tangguh

Posted by : Administrator

Dinas Kesehatan DKI Jakarta Perkuat Akses, Digitalisasi, dan Transformasi Layanan Kesehatan untuk Wujudkan Sistem Kesehatan yang Tangguh

Jakarta, 6 Juni 2026 – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjadi narasumber dalam sesi Urban Talks bertajuk Merancang Standar Pelayanan Kesehatan Kota Kita pada rangkaian Jakarta Future Festival 2026. Kegiatan berlangsung di Teater Kecil Jakarta Urban Forum, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6).

Dalam diskusi yang mengusung tema Resilience tersebut, Ani menjelaskan bahwa ketangguhan (resilience) dalam sektor kesehatan tidak hanya berarti kemampuan menghadapi krisis, tetapi juga kemampuan untuk terus bertahan, beradaptasi, dan memperbaiki diri menghadapi berbagai perubahan dan tantangan.

“Bagi kami, resilience bukan hanya tentang ketangguhan saat menghadapi masalah. Resilience adalah kemampuan untuk bertahan, terus memperbaiki diri, dan beradaptasi dengan berbagai kemajuan yang ada agar pelayanan kesehatan semakin baik dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.

Untuk mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan berbagai indikator kesehatan. Salah satunya melalui target peningkatan usia harapan hidup sehat, yaitu memastikan masyarakat tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang baik. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga terus berupaya menurunkan prevalensi stunting yang saat ini berada di angka 17,2%  prevalensinya, dengan target mencapai 12,3 persen pada tahun 2030.

Di sisi akses layanan kesehatan, Jakarta telah mencapai cakupan Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98,74 persen, yang berarti hampir seluruh warga Jakarta telah memiliki perlindungan jaminan kesehatan. Saat ini, layanan kesehatan di Jakarta didukung oleh 336 puskesmas dan puskesmas pembantu, lebih dari 3.000 klinik, serta 194 rumah sakit yang melayani lebih dari 11 juta penduduk Jakarta.

Kadis Kesehatan Ani menegaskan bahwa akses dan kualitas merupakan dua aspek utama dalam membangun sistem kesehatan yang kuat. Untuk memperluas akses, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengembangkan berbagai layanan digital melalui aplikasi JakSehat yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan kesehatan mulai dari pendaftaran fasilitas kesehatan, skrining kesehatan, layanan kesehatan jiwa, hingga layanan kegawatdaruratan.

“Ketika kita bicara kualitas, kita jaga dengan standar akreditasi. Standar akreditasi kalau di rumah sakit milik Pemprov itu 100% sudah terstandarisasi. Di rumah sakit lainnya dan swasta di Jakarta juga seluruhnya sudah terstandarisasi akreditasi. Dan yang selalu kita perhatikan juga adalah dari hasil survei kepuasan masyarakat dan hasil dari Google Review. ketika bicara akses, kita tidak hanya menyediakan akses dari sisi secara fisik, tapi kita mulai dari ekosistem digital. Pemprov DKI menyediakan super app digital kita, Jak Sehat, yang melayani masyarakat mulai dari registrasi online hingga upaya kesehatan masyarakat maupun pelayanan kesehatan” ungkapnya.

Selain JakSehat, Pemprov DKI Jakarta juga menghadirkan berbagai layanan unggulan seperti JakAmbulans, JakCare untuk konsultasi psikologi 24 jam, Smart Posyandu, Pasukan Putih, serta program Jakarta Berjaga dan Downgrade Challenge yang mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup aktif dan sehat.

Dalam upaya memperkuat sistem rujukan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengembangkan platform JAKConnected yang mengintegrasikan rumah sakit dalam satu sistem rujukan berbasis teknologi. Melalui sistem ini, pasien dapat dirujuk lebih cepat dan tepat sesuai kompetensi rumah sakit yang dibutuhkan.

“Karena rujukan yang bagus itu sejatinya adalah berdasarkan pada kompetensi rumah sakit. Sehingga setiap kasus yang masuk di JakConnected ini akan dimasukkan datanya, ada machine learning yang kemudian memetakan kasus yang diperlukan, punya kompetensi yang berbeda-beda. Sehingga ada kepastian akan mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan medisnya dan dalam waktu yang secepat-cepatnya” jelas Kadis Kesehatan Ani.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga terus memperkuat layanan untuk penyakit prioritas, termasuk Tuberkulosis Resistan Obat (TBRO), kesehatan jiwa, serta pengembangan Jakarta Code Stroke yang ditargetkan mampu mempercepat penanganan pasien stroke pada masa emas (golden period) untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien. Ke depan, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan dua rumah sakit daerah berstandar internasional di wilayah Cakung dan Grogol Petamburan. Kedua rumah sakit tersebut akan dikembangkan sebagai pusat layanan kesehatan, pendidikan, dan riset yang terintegrasi.

Tak hanya di wilayah daratan, komitmen peningkatan layanan kesehatan juga dilakukan di Kepulauan Seribu melalui penyediaan fasilitas kesehatan di setiap pulau berpenduduk, didukung ambulans, kapal ambulans, serta kapal layanan kesehatan yang mampu menjangkau pulau-pulau terluar.

Kadis Kesehatan Ani juga menyampaikan tantangan dalam pembangunan kesehatan bukan hanya menyusun berbagai program dan layanan, tetapi memastikan seluruh kebijakan tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus memperkuat pembinaan, pengawasan, dan pengendalian fasilitas kesehatan guna menjaga mutu pelayanan sekaligus mendorong transformasi sistem kesehatan secara berkelanjutan.

"Bagaimana semua yang sudah disusun ini sampai ke masyarakat dan bisa kedeliver dengan baik lewat alur pembinaan, pengawasan, dan pengendalian mulai dari penerbitan izin, supervisi, dan lain-lain untuk memastikan bahwa semua faskes yang ada di Jakarta betul-betul memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan standar. Kami juga meningkatkan berbagai macam layanan kesehatan mulai dari aksesnya, transformasi strukturnya, kemudian peningkatan kapasitas SDM-nya dan yang paling penting adalah membangun kemitraan strategis di bidang kesehatan serta mengembangkan digitalisasi," tutup Ani. [AA/RN]

Kembali

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Jl. Kesehatan No 10
Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
DKI Jakarta 10160

    Kontak

  • +62213451338
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    +62 822-1388-8006 (Hotline)
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    dinkes@jakarta.go.id

Media Sosial

   Sitemap