blog-img-10

Keterangan : Mengenal Hemofilia: Saat Darah Sulit Berhenti Mengalir

Posted by : Administrator

Mengenal Hemofilia: Saat Darah Sulit Berhenti Mengalir

Hai Sobat Sehat, coba kamu bayangkan jika ada seseorang yang ketika terluka kecil saja, darahnya sulit berhenti. Bahkan, tanpa luka yang terlihat pun, bisa terjadi perdarahan di dalam tubuh. Kondisi ini bukan karena luka yang parah, tapi karena tubuhnya memang memiliki masalah dalam proses pembekuan darah. Kondisi inilah yang disebut hemofilia.

Apa Itu Hemofilia?

Hemofilia adalah penyakit keturunan yang membuat darah tidak bisa membeku dengan baik. Normalnya, tubuh kita punya “faktor pembekuan” yang membantu menghentikan perdarahan. Tapi pada penderita hemofilia, faktor ini jumlahnya sangat sedikit atau bahkan tidak cukup. Akibatnya, perdarahan jadi berlangsung lebih lama dari biasanya.

Sebagian besar kasus hemofilia diturunkan dari orang tua. Penyakit ini berkaitan dengan kromosom X, sehingga lebih sering dialami oleh laki-laki. Sementara, perempuan yang menderita hemofilia jauh lebih langka dan cenderung mengalami gejala yang lebih ringan. Menariknya, ada kasus hemofilia yang muncul tanpa riwayat keluarga. Ini terjadi karena adanya mutasi gen yang terjadi secara spontan.

Tidak Semua Hemofilia Sama

Hemofilia ternyata punya beberapa jenis diantaranya yang paling sering adalah hemofilia A, karena kekurangan faktor pembekuan darah FVIII. Ada juga hemofilia B yang disebabkan kekurangan faktor pembekuan darah FIX. Selain itu, tingkat keparahannya juga berbeda-beda. Ada yang ringan, sedang, hingga berat. Pada kondisi berat, perdarahan bisa terjadi tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.

Tanda-Tandanya Seperti Apa?

Gejala hemofilia kadang tidak langsung disadari. Tapi kalau diperhatikan, ada beberapa tanda yang cukup khas. Misalnya, mudah memar, sering mimisan, gusi berdarah atau luka kecil yang butuh waktu lama untuk berhenti berdarah. Pada beberapa kasus, penderita juga merasakan nyeri dan bengkak di sendi. Ini terjadi karena ada perdarahan di dalam sendi, bukan karena cedera biasa. Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sehari-hari

Bagi penderita hemofilia, aktivitas sehari-hari perlu dilakukan dengan lebih hati-hati. Tujuannya sederhana, mencegah terjadinya luka atau cedera yang bisa memicu perdarahan.

Hal-hal kecil seperti memastikan lantai tidak licin, menghindari furniture dengan sudut tajam, hingga menjaga pencahayaan rumah ternyata sangat penting. Saat beraktivitas di luar, penggunaan pelindung diri juga bisa membantu mengurangi risiko cedera.

Olahraga tetap boleh dilakukan, tapi pilih yang ringan dan hindari kontak fisik. Selain itu, menjaga kesehatan gigi dan tidak sembarangan mengkonsumsi obat juga menjadi bagian penting dalam perawatan.

Bagaimana Pengobatannya?

Kondisi Hemofilia dapat dikelola dengan baik sehingga penderitanya tetap dapat hidup normal. Pengobatan utama hemofilia adalah terapi pengganti (replacement therapy), yaitu pemberian faktor pembekuan melalui suntikan intravena. Terapi ini bisa diberikan saat terjadi perdarahan (on demand) atau secara rutin sebagai pencegahan (profilaksis). Dengan penanganan yang tepat dan konsisten, risiko komplikasi seperti kerusakan sendi dapat diminimalkan.

Nah Sobat Sehat, Hemofilia bukanlah penyakit yang bisa dianggap sepele. Namun, dengan pemahaman yang baik, kewaspadaan, serta pengobatan yang tepat, penderitanya tetap dapat hidup sehat dan produktif. Jika Sobat Sehat atau orang di sekitar mengalami gejala yang mengarah pada hemofilia atau perdarahan yang tidak normal, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. [AA]

 

Referensi:

Kementerian Kesehatan RI

https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/ptm-lainnya/hemofilia

https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3365/jenis-diagnosis-dan-penanganan-hemofilia

https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/719/mengenal-haemofili

 

Kembali

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Jl. Kesehatan No 10
Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
DKI Jakarta 10160

    Kontak

  • +62213451338
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    +62 822-1388-8006 (Hotline)
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    dinkes@jakarta.go.id

Media Sosial

   Sitemap