blog-img-10

Keterangan : Jambore Kader Posyandu 2026 dan Puncak Pekan Menyusui Sedunia, Perkuat Peran Kader untuk Kesehatan Ibu dan Anak

Posted by : Administrator

Jambore Kader Posyandu 2026 dan Puncak Pekan Menyusui Sedunia, Perkuat Peran Kader untuk Kesehatan Ibu dan Anak

Jakarta, 11 September 2026 – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menggelar Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan dan Puncak Pekan Menyusui Sedunia Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026, Jumat (11/9), di Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader Posyandu atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran kader dalam mendukung kesehatan ibu dan anak, khususnya melalui edukasi dan dukungan terhadap ibu menyusui. Kegiatan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Endang Nugrahani (Hani Pramono Anung), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DKI Jakarta Dwi Oktavia, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat beserta jajaran, serta para kader Posyandu dan pemangku kepentingan terkait.

Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang selama ini berkontribusi langsung di lapangan, khususnya dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, peran Posyandu tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga turut menggerakkan masyarakat di tingkat paling bawah untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, aman, dan nyaman. “Salah satu faktornya adalah peran Posyandu terutama untuk kesehatan anak dan ibu. Kemudian juga ikut menggerakkan di lapisan terbawah untuk membuat masyarakat Jakarta menjadi lebih sehat, lebih bersih, lebih aman, lebih nyaman,” ujar Pramono.

Pramono juga menyoroti sejumlah capaian pembangunan Jakarta yang tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk kader Posyandu. Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah RW kumuh di Jakarta menurun dari 445 RW menjadi 211 RW. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta mencapai 85,05, tertinggi di antara provinsi di Indonesia. Gini Ratio Jakarta juga menunjukkan tren penurunan, dari 0,441 menjadi 0,435. Capaian tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial terus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Pramono menargetkan angka stunting Jakarta yang saat ini berada di kisaran 17 persen dapat diturunkan menjadi 14 persen dalam dua tahun ke depan. Ia menekankan bahwa kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian target tersebut. Selain stunting, penguatan peran Posyandu juga diharapkan dapat mendukung upaya penanganan tuberkulosis (TBC) melalui pelacakan dan deteksi di masyarakat.

Pramono juga mengapresiasi implementasi Smart Posyandu yang saat ini telah diterapkan pada sekitar 70,44 persen atau lebih dari 3.100 dari total 4.469 Posyandu di DKI Jakarta. Menurutnya, transformasi tersebut dapat memperkuat peran Posyandu agar tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi kelembagaan di tingkat masyarakat yang mampu mendukung berbagai aspek kesehatan secara lebih terintegrasi.

“Kalau ini mau berubah dan dijalankan dengan baik, maka terus terang hal yang berkaitan dengan penanganan Posyandu tidak hanya semata-mata kesehatan ibu dan anak. Sekarang Posyandu juga menjadi kelembagaan di tingkat bawah untuk bagaimana secara menyeluruh tentang kesehatan itu bisa diperankan oleh Posyandu,” kata Pramono.

Sementara itu, Hani Pramono Anung menyampaikan bahwa Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan merupakan bentuk apresiasi tertinggi kepada para kader kesehatan sekaligus momentum untuk meningkatkan motivasi dalam mendukung pelayanan kesehatan di masyarakat. Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas kader agar Posyandu semakin mampu menjawab kebutuhan kesehatan keluarga di Jakarta.

Jambore tahun ini sekaligus dirangkaikan dengan Puncak Pekan Menyusui Sedunia Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 dengan tema “Bersama Mendukung Ibu Menyusui, Membangun Generasi Jakarta yang Sehat dan Berkelanjutan”. Rangkaian kegiatan diisi dengan edukasi mengenai menyusui melalui talkshow yang menghadirkan Utami Roesli dan Rita Ramayulis, serta lomba reels “Hidden Gem Ruang Menyusui” sebagai sarana kampanye kreatif untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pentingnya dukungan bagi ibu menyusui.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati melaporkan, rangkaian Jambore Kader juga memberikan apresiasi kepada Posyandu dan kader berprestasi melalui penilaian yang telah dilaksanakan sebelumnya. Penilaian Posyandu dan Kader Bidang Kesehatan Berprestasi dilaksanakan pada 1–20 Agustus 2026, sementara lomba reels dalam rangka Puncak Pekan Menyusui Sedunia dilaksanakan pada September 2026. Para kader yang hadir dalam Jambore merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing kota dan kabupaten di DKI Jakarta, dengan kader dan Posyandu terbaik nantinya menjadi perwakilan DKI Jakarta pada penilaian tingkat nasional.

Selain itu, Smart Posyandu menjadi salah satu inovasi yang terus dikembangkan untuk mendorong layanan Posyandu yang lebih terintegrasi, berbasis data, dan didukung teknologi. Smart Posyandu mengintegrasikan aspek people, process, technology, dan governance untuk memperkuat deteksi dini, pemantauan, edukasi, serta tindak lanjut masalah kesehatan secara cepat dan tepat.

Pada penghujung rangkaian kegiatan, para kader juga mengikuti lomba yel-yel antarkelompok Posyandu yang dinilai oleh Rini Hastuti, Kasubkel Standardisasi Mutu Pelayanan Kesehatan, dan Mia Haryanto, Kasubbag Umum Dinas Kesehatan. Pemenang lomba yel-yel tersebut diumumkan pada hari yang sama.

Adapun penerima penghargaan Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tahun 2026 yaitu Posyandu Melati 2 sebagai Juara I, Posyandu Bungur 1 sebagai Juara II, Posyandu Wijaya Kusuma 1 sebagai Juara III, Posyandu Bungur sebagai Harapan I, Posyandu Kenanga 2 sebagai Harapan II, dan Posyandu Mawar sebagai Harapan III. Sementara itu, kategori Kader Bidang Kesehatan Berprestasi diraih Sri Wulandari dari Posyandu Wijaya Kusuma 1 sebagai Juara I, Lies Yunizar dari Posyandu Melati 2 sebagai Juara II, Ratna Sari dari Posyandu Melati sebagai Juara III, Sani Rahayu dari Posyandu Bungur 1 sebagai Harapan I, Nurmayasari dari Posyandu Mawar 5 sebagai Harapan II, dan Miyanah dari Posyandu Flamboyan sebagai Harapan III. Untuk Lomba Reels “Hidden Gem Ruang Menyusui”, Juara I diraih Zulfa Nazifa, Juara II Haniyah Sari, dan Juara III Putri Wulandari.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta berharap semangat kolaborasi, pengetahuan, dan praktik baik yang diperoleh selama Jambore dapat diterapkan oleh para kader di wilayah masing-masing. Dengan semakin kuatnya kapasitas dan peran kader Posyandu, pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat diharapkan semakin dekat, responsif, dan mampu mendukung terwujudnya keluarga serta generasi Jakarta yang sehat dan berkelanjutan. [RN/AA]

Kembali

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Jl. Kesehatan No 10
Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
DKI Jakarta 10160

    Kontak

  • +62213451338
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    +62 822-1388-8006 (Hotline)
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    dinkes@jakarta.go.id

Media Sosial

   Sitemap