Perkuat Kompetensi Tenaga Kefarmasian dalam Edukasi Obat secara Digital, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Gelar Pharmacist Creator Camp dalam Rangka Peringatan World Pharmacists Day 2026
Jakarta, 21 Agustus 2026 – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Pharmacist Creator Camp dengan tema “Peningkatan Kompetensi Pelayanan Informasi Obat (PIO) Bagi Tenaga Kefarmasian Secara Digital” di Auditorium Gedung PK3D Lantai 8, Kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, pada Jumat (21/8). Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Mhd. Bal'an Kamali Rangkuti, dan diikuti 121 peserta yang terdiri dari tenaga kefarmasian RSUD, Puskesmas, dan PPKP jajaran Dinas Kesehatan, serta apotek dan klinik swasta di wilayah DKI Jakarta. Kegiatan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Tri Ratna Rejeki dari Kementerian Kesehatan yang membawakan materi “Pembekalan Agent of Change GeMa CerMat”, Rian Nurdiana dengan materi “Trusted Health Creator: Menjaga Akurasi Informasi Obat di Era Digital”, serta Faqih Difran Hanif dengan materi “How to Create High-Impact Health Content”.
Kegiatan diawali dengan registrasi, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IAI, sambutan, serta pemutaran video profil DIMBA, wadah komunitas farmasi DKI untuk sharing ilmu dan informasi. Peserta kemudian mengikuti pembekalan Gema Cermat dan materi mengenai akurasi informasi obat di era digital, yang dilanjutkan dengan workshop implementasi teknik asesmen dan penyampaian edukasi berorientasi pada keselamatan pasien. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan materi “How to Create High-Impact Health Content” dan workshop pembuatan konten edukasi berbasis bukti ilmiah. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi doorprize dan penutupan.
Pharmacist Creator Camp merupakan bagian dari rangkaian peringatan World Pharmacists Day (WPD) 2026 dengan tema besar “Jaga Obat, Jaga Masyarakat: Kolaborasi Strategis untuk Mewujudkan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat”. Rangkaian kegiatan tersebut sebelumnya telah diisi dengan sosialisasi Portal Website DIMBA yang akan diperkaya fitur untuk masyarakat konsultasi obat dan mencari akses lokasi Apotek dan Toko Obat berizin di DKI Jakarta. Aksi Gema Cermat di Puskesmas dan RSUD, serta Lomba Short Movie Apoteker Agent of Change (AoC). Rangkaian WPD 2026 selanjutnya direncanakan berlanjut melalui kegiatan Talkshow & Komitmen Bersama serta pelantikan Agent of Change dari unsur masyarakat yaitu Kader Bina Obat DKI Jakarta pada 25 September 2026 di Ruang Pola, Balai Kota DKI Jakarta. Melalui rangkaian tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mendorong penguatan peran apoteker sebagai Agent of Change dalam Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat), sekaligus memperluas edukasi mengenai penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mempermudah penyebarluasan informasi obat kepada masyarakat. Menurutnya, keterbatasan sumber daya manusia dan waktu di fasilitas pelayanan kesehatan membuat penyampaian informasi obat secara langsung memiliki keterbatasan jangkauan. “Dengan perkembangan zaman sekarang, kita sudah bisa mengikuti dan memanfaatkan perkembangan teknologi ini untuk memudahkan redistribusi informasi obat. Tapi itu tidak terjadi kalau teman-teman sebagai agent of change-nya tidak bergerak,” ujar Bal'an.
Bal'an menambahkan, Pharmacist Creator Camp diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga kefarmasian dalam mentransformasikan pengetahuan yang dimiliki menjadi informasi digital yang mudah diterima masyarakat. Menurutnya, pengetahuan kefarmasian yang telah dimiliki perlu didukung dengan komitmen dan kemauan untuk mengemas serta menyebarluaskan informasi secara tepat. “Hari ini kita tingkatkan ilmu kita, bagaimana mengambil esensinya, ditransformasikan dalam bentuk informasi digital. Mudah-mudahan kegiatan hari ini bisa bermanfaat dan ada hasilnya,” ucap Bal'an.
Melalui Pharmacist Creator Camp, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta berharap tenaga kefarmasian semakin mampu menjadi komunikator kesehatan yang aktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi obat kepada masyarakat. Produk edukasi yang dihasilkan dari kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas literasi masyarakat, sehingga terwujud penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional serta semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap peran apoteker sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. [RN]
