Business Matching Alat Kesehatan dan Farmasi Dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional Ke-62 Tahun 2026
Jakarta, 4 November 2026 – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Business Matching Alat Kesehatan dan Farmasi di Ruang Auditorium lt 8, Gedung PK3D, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/11). Kegiatan yang berlangsung 4 dan 5 November ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-62 Tahun 2026 di Provinsi DKI Jakarta. Fasilitas pelayanan kesehatan membutuhkan dukungan alat kesehatan dan farmasi yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal dan berkesinambungan. Para pelaku usaha memiliki peran penting dalam menyediakan produk, teknologi, informasi, serta dukungan teknis yang dibutuhkan oleh fasyankes. Oleh karena itu, komunikasi dan kemitraan yang baik antara pengguna dan penyedia menjadi hal yang sangat penting. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Savitri Handayana, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Mhd. Bal’an Kamali Rangkuti, Para Direktur RSUD/RSKD, serta Para Kepala Puskesmas.
Dalam kesempatan ini Wakil Kepala Dinas Kesehatan Savitri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menurutnya kehadiran seluruh pemangku kepentingan menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem penyediaan alat kesehatan dan farmasi di DKI Jakarta.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Kesehatan, berupaya mempertemukan fasyankes dengan para pelaku usaha produsen dan distributor alat kesehatan serta farmasi dengan tujuan bukan hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga menjadi ruang dialog, konsultasi, pertukaran informasi, dan penjajakan kebutuhan secara langsung antara pihak yang menggunakan dan pihak yang menyediakan” ucapnya.
Savitri berharap fasyankes dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai ketersediaan produk, perkembangan teknologi, spesifikasi, mutu, legalitas, kemampuan penyediaan, serta dukungan layanan purna jual. Ia juga berpesan kepada seluruh pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan, PPK, dan jajaran pengelola pengadaan, untuk memanfaatkan forum ini guna menyampaikan kebutuhan dan memperoleh informasi relevan sebagai bahan dalam menyusun perencanaan.
“Saya mengharapkan agar informasi yang disampaikan dalam kegiatan ini diberikan secara lengkap, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pastikan produk yang ditawarkan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, memiliki legalitas yang dipersyaratkan, serta didukung kemampuan penyediaan dan layanan yang memadai” tambahnya.
Wakadis Kesehatan Savitri juga menyampaikan keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari terlaksananya pertemuan atau banyaknya produk yang diperkenalkan, tetapi dari sejauh mana kegiatan ini membantu mempertemukan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan dengan kemampuan dan solusi yang tersedia dari para pelaku usaha.
“Semoga kegiatan Business Matching Alat Kesehatan dan Farmasi ini dapat memberikan manfaat nyata serta menjadi langkah awal bagi kerja sama yang produktif dalam mendukung pelayanan kesehatan di Provinsi DKI Jakarta” tutupnya. [AA]
