Puncak Peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2026 dan Peresmian Layanan Oncology Center RSUD Pasar Minggu
Jakarta, 30 Oktober 2026 – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan kunjungan ke RSUD Pasar Minggu dalam rangka menghadiri kegiatan Puncak Peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2026 sekaligus meresmikan Layanan Oncology Center RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/10). Dalam memperingati Hari Penglihatan Sedunia ini, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta bersama Puskesmas, RSUD, dan mitra seperti Primaya Hospital, GAPOPIN, serta PERDAMI Jakarta telah melaksanakan berbagai kegiatan kesehatan mata meliputi pemeriksaan refraksi bagi 2.500 anak sekolah dengan target pemberian 2.000 kacamata gratis serta operasi katarak gratis bagi 103 penerima manfaat pada 30–31 Oktober 2026. Kegiatan operasi katarak ini sekaligus menjadi awal dari program berkelanjutan dengan target 3.000 penerima manfaat dalam satu tahun ke depan. Dalam kesempatan yang sama ini, diresmikan juga Layanan Oncology Center RSUD Pasar Minggu yang merupakan salah satu upaya dalam memperkuat kapasitas pelayanan kanker di Provinsi DKI Jakarta.
Hadir dalam kegiatan ini Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M. Subki, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati, Direktur RSUD Pasar Minggu Friana Asmely, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Julie Dewi Barliana, Direktur PT. Famon Awal Bros Sedaya, Tbk (Primaya Hospital) Leona Karnali, Ketua Umum Pengurus Pusat Gabungan Pengusaha Optik Indonesia Soelianto Rusli serta Ketua Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN) DKI Jakarta Tan Sing Ngo.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menyampaikan bahwa kehadiran Oncology Center merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat layanan penanganan kanker. Menurutnya, RSUD Pasar Minggu selama ini telah menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama bagi pasien kanker, termasuk masyarakat dari luar Jakarta.
“Peresmian ini merupakan langkah yang strategis dalam memperkuat pelayanan kanker yang ada di Jakarta dan Rumah Sakit Pasar Minggu ini memang salah satu spesialisasi yang utama adalah penanganan penyakit kanker. Tadi saya berdiskusi dengan beberapa pasien yang ada, rujukannya kalau penyakit berkaitan dengan kanker hampir semuanya ke RSUD Pasar Minggu” terangnya.
Pramono menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat fasilitas dan kapasitas pelayanan kesehatan agar masyarakat dapat memperoleh layanan berkualitas tanpa harus berobat ke luar. Saat ini, Jakarta memiliki 31 rumah sakit daerah, 44 Puskesmas Kecamatan, serta jaringan Puskesmas Pembantu yang mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
“Saya berkeinginan bahwa masyarakat di Jakarta Kalau berobat, check up ataupun dari luar Jakarta, tidak lagi keluar karena fasilitas yang dimiliki oleh Jakarta baik rumah sakit swasta maupun rumah sakit yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini fasilitasnya sudah sangat sangat baik. Di Jakarta sendiri total ada 197 rumah sakit yang ada” ungkapnya.
Gubernur Pramono berharap RSUD Pasar Minggu tidak hanya memperkuat layanan Oncology Center, tetapi juga terus mengembangkan berbagai layanan unggulan lainnya, seperti penanganan stroke, ginjal, saluran kemih, jantung, pelayanan terpadu ibu dan anak, serta traumatologi, khususnya bagi ibu dan anak. Ia juga berharap kehadiran Oncology Center dapat memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus membantu meringankan beban masyarakat, khususnya para pasien kanker di Jakarta.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Pramono juga turut menyampaikan apresiasi kepada Gabungan Pengusaha Optik Indonesia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kegiatan bakti sosial kesehatan mata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin secara khusus menyampaikan terima kasih kepada gabungan pengusaha optik Indonesia karena ini hari penglihatan dan mereka berkontribusi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan” ucap Gubernur Pramono.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial operasi katarak kali ini menjadi istimewa karena melibatkan kolaborasi berbagai unsur, mulai dari organisasi profesi, sektor swasta, rumah sakit, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Baksos katarak ini tidak dilaksanakan hanya sekali, tapi ini tetap dengan memperhitungkan berapa sebetulnya beban katarak yang ada di Jakarta dan kami sudah komitmen untuk terus memantau sehingga tujuannya nanti adalah mendorong supaya penderita katarak yang ada di Jakarta semaksimal mungkin bisa cepat diberikan treatment. Karena katarak ini tadi disampaikan sebagian besar usia produktif jadi tentu ketika dilakukan operasi dan percepatan ini akan membawa perubahan yang luar biasa pada pasien” ungkapnya.
Ani juga menjelaskan, Dinas Kesehatan terus melakukan upaya melalui kegiatan screening untuk terus mencari orang-orang yang menderita katarak yakni melalui cek kesehatan gratis, melalui kegiatan UKS di sekolah, yang kemudian dikumpulkan di puskesmas dan sebagian dapat diakses melalui layanan RSUD, akan tetapi ketika antrian panjang maka akan di treatment dengan kegiatan-kegiatan seperti baksos.
“Ini akan terus berkelanjutan, dari DKI ada 44 puskesmas semua terlibat untuk melakukan screening awal kemudian beberapa RSUD juga terlibat, kemudian juga dari Grup Primaya juga terlibat, kemudian didukung dari PERDAMI untuk tenaga dokter spesialis matanya jadi masalah kesehatan mata di Jakarta kita selesaikan bersama-sama secara kolaborasi” pungkasnya. [AA]
