blog-img-10

Keterangan : Kunjungan Kerja Wakil Menteri Kesehatan RI Dalam Rangka Monitoring dan Evaluasi Penanggulangan TB  di Puskesmas Taman Sari

Posted by : Administrator

Kunjungan Kerja Wakil Menteri Kesehatan RI Dalam Rangka Monitoring dan Evaluasi Penanggulangan TB  di Puskesmas Taman Sari

Jakarta, 2 November 2026 – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat upaya percepatan pengendalian tuberkulosis (TBC) melalui program Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG). Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus untuk melakukan monitoring dan evaluasi dalam kunjungan kerjanya di Puskesmas Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (2/11). Kunjungan tersebut diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati. Turut hadir Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Sumarjaya, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Sahruna, serta Kepala Puskesmas Kecamatan Taman Sari Irma Sufrian.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes Benjamin melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program prioritas penanggulangan TBC, khususnya upaya penemuan kasus baru, pelacakan kontak erat serumah, serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi orang yang berisiko tertular. Ia juga menyampaikan, jika dua hingga tiga tahun lalu cakupan pemberian obat pencegahan TBC masih di bawah 5 persen, saat ini angkanya telah meningkat menjadi lebih dari 26 persen atau naik sekitar lima kali lipat.

“Terima kasih untuk semua teman-teman DKI atas kinerja yang luar biasa. Karena ini begitu banyak hal baru, tadi kita mendiskusikan apa saja kelemahan-kelemahannya, apa yang diperbaiki. dengan kita yang merancang bersama bagaimana program ini makin bisa menjangkau” ucapnya.

Menurutnya, selama ini Indonesia telah memiliki pengalaman dan kapasitas yang baik dalam pengobatan TBC. Namun, upaya pencegahan masih perlu diperkuat agar penularan dapat ditekan sejak awal. Karena itu, pemerintah mulai mendorong pendekatan yang lebih berorientasi pada pencegahan melalui pelacakan kontak erat, pemeriksaan dini, pemberian obat pencegahan bagi kelompok berisiko, serta pengobatan segera bagi masyarakat yang terdiagnosis TBC.

“Kalau ada orang pernah kontak erat, yang tertular calon sakit, langsung dikasih obat pencegahan, yang sakit langsung diobati, jadi akhirnya kasus TBC bisa diberantas karena apa? Baru mau muncul, sudah ditemukan. Itu yang dikerjakan secara masif” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kesehatan dalam memperkuat upaya pengendalian TBC di Jakarta. Menurutnya, program Tracing TBC Terintegrasi CKG menjadi momentum penting bagi DKI Jakarta untuk mempercepat pencapaian target pengendalian TBC.

““Dengan begitu banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang dimiliki, DKI Jakarta dapat mengobati kasus TBC dengan baik. Tetapi kemudian pekerjaan rumah besarnya untuk kami adalah bagaimana memperkuat pencegahan terhadap TBC, sehingga kasusnya tidak muncul lagi di tahun berikutnya,” ungkap Ani.

Dengan dukungan Kementerian Kesehatan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan serta memperkuat upaya penemuan kasus, pelacakan kontak erat, pencegahan, dan pengobatan TBC. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya eliminasi TBC di Jakarta. [AA]

Kembali

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Jl. Kesehatan No 10
Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
DKI Jakarta 10160

    Kontak

  • +62213451338
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    +62 822-1388-8006 (Hotline)
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    dinkes@jakarta.go.id

Media Sosial

   Sitemap