Waspadai Tuberkulosis: Penyakit Menular yang Masih Mengintai
Hai Sobat Sehat, Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Umumnya menyerang paru-paru, namun juga bisa menyebar ke organ lain seperti tulang, otak, dan kelenjar getah bening. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Penularan terjadi melalui udara saat penderita TBC batuk, bersin, atau berbicara tanpa menutup mulut. Setiap batuk bisa melepaskan ribuan kuman ke udara. Ketika terhirup orang lain, bakteri bisa masuk ke paru-paru dan aktif saat daya tahan tubuh melemah. Anak-anak, penderita HIV/AIDS, lansia, perokok, dan penderita diabetes lebih rentan terkena TBC. Risiko meningkat pada lingkungan padat, lembab, atau kurang sirkulasi udara.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Sekitar 1 orang per jam meninggal akibat penyakit ini. Penting bagi kita untuk mengenali gejala TBC sejak dini. Orang yang terinfeksi bakteri TBC belum tentu langsung sakit dan menular. Sebagian kecil akan berkembang menjadi penyakit aktif, terutama pada bayi dan anak-anak yang memiliki risiko lebih tinggi.
Penyakit TBC terjadi ketika bakteri berkembang biak di dalam tubuh dan menyerang organ seperti paru-paru, ginjal, tulang belakang, otak, atau kulit. Gejalanya sering kali ringan dan dapat berlangsung berbulan-bulan tanpa disadari.
Gejala TBC Dewasa (usia ≥ 15 tahun):
Gejala TBC Anak (usia < 15 tahun), apabila memiliki salah satu gejala sebagai berikut:
Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala tersebut agar dapat dilakukan pemeriksaan seperti tes dahak, rontgen dada, atau Tes Cepat Molekuler (TCM).
Pencegahan dan Gaya Hidup Sehat
TBC dapat dicegah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta langkah-langkah pencegahan berikut:
Nah Sobat Sehat, Mari kita bersama cegah penularan TBC dengan deteksi dini, dan menerapkan pola hidup sehat. Langkah kolaborasi perlu dilakukan, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, penguatan surveilans, edukasi masyarakat hingga setiap kasus dapat ditemukan dan diobati secara tuntas. Dengan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat, cita cita menuju Indonesia Bebas TBC bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai. [AA/LL]
Referensi:
Kementerian Kesehatan RI
Petunjuk Teknis Investigasi Kontak Terintegrasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis
