Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
blog-img-10

Posted by : Administrator

Peringati HKN ke 58, Dinas Kesehatan Laksanakan Kreasi PMT

Memperingati Hari Kesehatan ke 58, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melaksanakan Penilaian Makanan Sehat Pasiet Rawat Inap RSUD dan Puskesmas dan Penilaian Kreasi PMT Penyuluhan Posyandu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kesehatan lt. 2, Gedung Dinas Kesehatan, Selasa [22/11]. Sebanyak 18 tim dari tiap perwakilan Suku Dinas Kesehatan di DKI Jakarta ikut dalam penilaian makanan sehat ini, mulai dari Posyandu, Puskesmas hingga Rumah Sehat. Tidak kalah menarik, dalam penilaian ini juri yang dihadirkan merupakan yang ahli di bidangnya, seperti dari kalangan chef profesional, ahli gizi, serta dari Dinas Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Widyastuti, MKM mengatakan, dalam melaksanakan transformasi layanan kesehatan, tidak hanya membicarakan tentang perubahan organisasi atau pun sistem. Namun perlu memperhatikan bagaimana melayani pasien dalam hal pengaturan menu makanan.

“Dulu saya pernah berkunjung ke rumah sakit dan ternyata masih ada yang menyajikannya dengan Styrofoam, di awal saya menjadi Kepala Dinas. Bahkan untuk UMKM pun di sekitaran kita sudah kita wajibkan untuk memakai wadah yang sehat. Saya jadi berpikir apakah rumah sakit belum paham bagaimana menerapkan standar higienis? Kemudian saya juga mendengar keluhan pasien yang mengatakan bahwa mereka kurang menyukai makanan yang disajikan oleh rumah sakit,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Widyastuti, MKM.

Selain temuan tersebut, problem lainnya yang ditemukan adalah terkait rasa serta penyajian yang kurang menarik sehingga kurang disukai pasien. Perlu diketahui bahwa salah satu pilar mempercepat kesembuhan pasien adalah dengan memperhatikan asupan gizi dengan benar. Hal inilah kemudian yang membuat Dinas Kesehatan melaksanakan Penilaian Makanan Sehat dan kreasi PMT.

Asupan gizi yang baik bagi pasien rawat inap sangat diperlukan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan pasien, memperpendek lama hari rawat, mencegah timbulnya komplikasi, menurunkan mortalitas dan morbiditas pasien sehingga pada akhirnya pembiayaan pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Supaya tujuan tersebut dapat tercapai tentunya diperlukan menu makanan pasien rawat inap yang memiliki kandungan gizi sesuai dengan kebutuhan pasien serta dapat diterima oleh pasien dari aspek penyajian, rasa, variasi penyajian, dan tekstur