blog-img-10

Keterangan : Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan: Kenapa Kita Sering Lupa Diri Sendiri?

Posted by : Administrator

Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan: Kenapa Kita Sering Lupa Diri Sendiri?

Hai Sobat Sehat, di era serba cepat seperti sekarang, kesibukan sering dianggap sebagai tanda produktif dan sukses. Jadwal pekerjaan yang padat, tekanan sosial, hingga tuntutan untuk selalu aktif membuat banyak orang lupa memperhatikan kondisi dirinya sendiri. Tanpa disadari, kesehatan mental sering menjadi hal yang dikorbankan karena banyak orang merasa harus terus kuat dan produktif setiap saat. Kondisi ini semakin sering terjadi pada masyarakat usia produktif di tengah tuntutan kehidupan modern yang serba cepat dan kompetitif (WHO, 2022).

Banyak orang terbiasa menjalani rutinitas tanpa jeda. Bangun pagi, bekerja, mengejar target, lalu mengulang hal yang sama setiap hari. Lama-kelamaan, kondisi lelah dianggap normal. Padahal, tubuh dan pikiran tetap memiliki batas. Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan yang memungkinkan seseorang mampu mengelola tekanan hidup, mengenali potensi diri, belajar dan bekerja secara produktif, serta berkontribusi dalam lingkungan sosialnya (WHO, 2025).

Kapan terakhir kali Sobat Sehat benar-benar meluangkan waktu untuk memperhatikan kondisi diri sendiri?

Kenapa Kita Sering Lupa Diri Sendiri?

 

  • Terlalu Fokus Menjadi Produktif

 

Banyak orang merasa harus terus bekerja agar dianggap berhasil. Istirahat sering dianggap sebagai bentuk kemalasan. Akibatnya, kebutuhan dasar seperti tidur cukup, makan teratur, berolahraga, atau waktu untuk relaksasi sering diabaikan. Padahal, ketika tubuh dan pikiran terus dipaksa bekerja tanpa jeda yang cukup, seseorang dapat lebih mudah merasa lelah, sulit fokus, dan kehilangan keseimbangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan kurangnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi diketahui berhubungan dengan meningkatnya stres, kelelahan emosional, hingga burnout pada usia produktif (American Psychological Association, 2023). Kondisi tersebut sering kali membuat seseorang sulit menyadari bahwa dirinya sedang mengalami tekanan mental secara bertahap. Ketika tekanan berlangsung terus-menerus tanpa pengelolaan yang baik, stres dapat berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius (WHO, 2022).

 

  • Stres Dianggap Hal Biasa

 

Stres merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan atau perubahan situasi. Namun, apabila berlangsung dalam waktu lama, stres dapat mempengaruhi kesehatan mental maupun kesehatan fisik seseorang (WHO, 2023).

Gejalanya dapat berupa mudah marah, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, merasa cepat lelah, lebih sensitif terhadap hal kecil, hingga kehilangan semangat atau sulit menikmati aktivitas yang biasanya disukai. Dalam beberapa kondisi, stres berkepanjangan juga dapat mempengaruhi pola tidur, nafsu makan, daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu apabila tidak ditangani dengan baik (WHO, 2023; Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2024). Karena terlalu terbiasa dengan tekanan sehari-hari, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya sebenarnya sedang mengalami kelelahan emosional. Tidak sedikit pula yang memilih memendam masalah sendiri karena merasa harus tetap terlihat baik-baik saja di hadapan orang lain.

 

  • Kurangnya Waktu untuk Diri Sendiri

 

Kesibukan membuat banyak orang lupa melakukan hal-hal sederhana yang sebenarnya penting bagi kesehatan mental, seperti berolahraga, melakukan hobi, berbicara dengan keluarga atau teman, maupun sekadar beristirahat sejenak dari rutinitas. Padahal, menjaga hubungan sosial, beraktivitas fisik, dan memiliki waktu istirahat yang cukup diketahui dapat membantu menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres dalam kehidupan sehari-hari (WHO, 2022). Aktivitas fisik secara rutin juga diketahui dapat membantu memperbaiki suasana hati, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan psikologis seseorang (Centers for Disease Control and Prevention, 2025).

 

Dampak Jika Kesehatan Mental Diabaikan

Ketika kesehatan mental terus diabaikan, dampaknya dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Seseorang dapat mengalami kelelahan mental, penurunan produktivitas, gangguan hubungan sosial, hingga masalah kesehatan fisik.

Kesehatan jiwa yang buruk juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari, mengambil keputusan, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Bahkan, kondisi stres berkepanjangan dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan kecemasan, depresi, maupun burnout apabila tidak ditangani dengan baik (WHO, 2022).

Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda ketika diri mulai membutuhkan bantuan, misalnya saat stres terasa berkepanjangan, emosi menjadi sulit dikendalikan, gangguan tidur semakin sering terjadi, kehilangan motivasi, atau mulai menarik diri dari lingkungan sosial.

 

Menjaga Kesehatan Mental Dimulai dari Hal Sederhana

Nah Sobat Sehat, menjaga kesehatan mental tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat membantu menjaga keseimbangan diri dalam menghadapi aktivitas dan tekanan sehari-hari. Tidur yang cukup, mengatur waktu istirahat, menjaga pola hidup sehat, meluangkan waktu untuk melakukan hal yang disukai, serta berbicara dengan orang terpercaya merupakan beberapa cara sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan mental (WHO, 2022).

Di tengah kesibukan, penting untuk menyadari bahwa setiap orang memiliki batas kemampuan fisik maupun emosional. Karena itu, memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat dan memulihkan energi bukan merupakan bentuk kemalasan, melainkan bagian penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh. Begitu pula ketika seseorang mulai merasa lelah secara emosional, kewalahan, atau sulit menghadapi tekanan yang dialami, mencari bantuan profesional bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Upaya mencari bantuan profesional secara dini diketahui dapat membantu mencegah kondisi kesehatan mental menjadi lebih berat dan meningkatkan kualitas hidup seseorang (WHO, 2022).

Saat ini, akses terhadap layanan kesehatan jiwa menjadi jauh lebih mudah dan praktis melalui kehadiran layanan telekonsultasi kesehatan jiwa JakCARE dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Layanan ini memfasilitasi masyarakat untuk berkonsultasi dengan psikolog klinis melalui telepon secara lebih nyaman, aman, dan tetap menjaga privasi pengguna. Kehadiran JakCARE diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh dukungan psikologis tanpa harus terkendala jarak, keterbatasan waktu, maupun rasa canggung untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan.

Melalui JakCARE, masyarakat dapat memiliki ruang aman untuk bercerita, memperoleh dukungan awal, serta mendapatkan arahan penanganan sesuai kebutuhan. Layanan JakCARE dapat diakses melalui aplikasi JAKI maupun hotline layanan yang tersedia selama 24 jam, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh akses dukungan kesehatan jiwa kapanpun dibutuhkan.

Yuk Sobat Sehat, mulai lebih peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Jika merasa lelah, kewalahan, atau membutuhkan tempat untuk bercerita, jangan ragu mencari bantuan dan memanfaatkan layanan telekonsultasi kesehatan jiwa JakCARE sebagai langkah awal menjaga kesehatan jiwa.

 

Sumber Referensi

  1. World Health Organization. (2025). Mental health. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response 
  2. World Health Organization. (2023). Stress. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/stress 
  3. World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240049338 
  4. American Psychological Association. (2023). 2023 work in America survey: Work stress and burnout. American Psychological Association. https://www.apa.org/monitor/2023/01/trends-report-work-stress-burnout 
  5. Centers for Disease Control and Prevention. (2025). About mental health. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/mental-health/about/index.html 
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Apa itu stres? https://ayosehat.kemkes.go.id/apa-itu-stres 

Kembali

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Jl. Kesehatan No 10
Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
DKI Jakarta 10160

    Kontak

  • +62213451338
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    +62 822-1388-8006 (Hotline)
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    dinkes@jakarta.go.id

Media Sosial

   Sitemap