Dinas Kesehatan DKI Jakarta Terima Audiensi Yayasan Stroke Indonesia, Perkuat Kolaborasi Menuju Jakarta Code Stroke
Jakarta, 10 Juli 2026 – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menerima audiensi dari Yayasan Stroke Indonesia (YASTROKI) pada Jumat (10/7) di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 4, Gedung Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Pusat. Audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi guna meningkatkan upaya pencegahan, penanganan, dan pelayanan stroke di Provinsi DKI Jakarta. Audiensi diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Sri Puji Wahyuni, beserta jajaran. Sementara itu, rombongan YASTROKI dipimpin oleh Ketua Umum, Tugas Ratmono, bersama jajaran pengurus.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum YASTROKI Tugas Ratmono memaparkan sejarah berdirinya organisasi, visi dan misi, serta berbagai tantangan penanganan stroke di Indonesia. Ia juga menyampaikan sejumlah program yang telah berjalan dan mengusulkan pengembangan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung penguatan layanan stroke di ibu kota.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyambut baik berbagai inisiatif yang disampaikan YASTROKI. Menurutnya, banyak program yang telah dijalankan YASTROKI memiliki potensi besar untuk disinergikan dengan berbagai program kesehatan yang telah dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Beberapa kegiatan yang telah dipaparkan YASTROKI sebenarnya memiliki banyak peluang untuk dikolaborasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Dinas Kesehatan DKI Jakarta memiliki berbagai program promotif dan preventif yang dapat saling mendukung, sehingga kolaborasi ini akan semakin memperkuat upaya penanggulangan stroke di Jakarta," ujar Ani.
Salah satu potensi kolaborasi yang dibahas adalah pemanfaatan program Cek Kesehatan Gratis sebagai sarana deteksi dini faktor risiko stroke kepada masyarakat. Selain itu, Dinas Kesehatan juga membuka peluang kerja sama dengan Pasukan Putih, yaitu layanan kesehatan berbasis komunitas yang memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di rumah. Melalui kolaborasi tersebut, tenaga Pasukan Putih diharapkan dapat memperoleh peningkatan kapasitas mengenai penanganan awal stroke sehingga mampu memberikan respons yang lebih cepat dan tepat saat menemukan kasus di lapangan.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga melihat peluang penguatan kapasitas first responder melalui sinergi dengan program yang telah dijalankan oleh Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D). Peningkatan jumlah petugas yang memiliki kemampuan mengenali gejala stroke dan memberikan pertolongan awal dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat penanganan pasien sebelum tiba di rumah sakit.
Pertemuan ini juga membahas pengembangan Jakarta Code Stroke, sebuah strategi kolaboratif yang bertujuan membangun sistem penanganan stroke yang lebih cepat, terintegrasi, dan sesuai standar di DKI Jakarta. Jakarta Code Stroke dikembangkan melalui empat pilar utama, yaitu cermati gejala dengan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali gejala stroke sejak dini melalui program One Hero, One Home (OH2), edukasi berbasis masyarakat, komunitas, dan umum lainnya. optimalisasi sistem rujukan, penguatan edukasi, audit, registri, dan jejaring rumah sakit, serta penerapan alur layanan stroke yang terstandar di seluruh rumah sakit.
Audiensi ini menjadi langkah awal dalam menghimpun kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, YASTROKI, fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan Jakarta Code Stroke. Melalui sinergi tersebut, diharapkan dapat terbangun sistem penanganan stroke yang lebih terintegrasi, responsif, dan berkesinambungan, sehingga mampu menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Jakarta. [AA]
