Dukung Nol Kematian akibat Dengue 2030, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Kesehatan Selenggarakan Talk Show Pengembangan Media
Jakarta, 11 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati ASEAN Dengue Day (ADD) Tahun 2026, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Talk Show Kampanye Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pengendalian Dengue bertajuk “Pengembangan Media Mendukung Indonesia Menuju Nol Kematian Akibat Dengue 2030” di Auditorium Lantai 2 Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Kamis (11/6).
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni, bersama Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Prima Yosephine, M.K.M. Kegiatan ini diikuti oleh petugas promosi kesehatan dan pengelola program dengue dari puskesmas kecamatan, suku dinas kesehatan, serta rumah sakit umum daerah di wilayah DKI Jakarta.
Talk show menghadirkan narasumber Arif Syaiful Haq, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, R. Dhanu Ramadityo, Fungsional Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (TPKIP) Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, serta Galih Alestya Timur, Fungsional Pranata Humas Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI.
Peringatan ASEAN Dengue Day tahun ini mengusung tema “Indonesia Menuju Nol Kematian Akibat Dengue”, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat deteksi dini, serta mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam pencegahan dan pengendalian dengue.
Dengue masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada tahun 2025 tercatat 161.752 kasus dengue dengan 673 kematian. Hingga Mei 2026, tercatat 39.672 kasus dengan 105 kematian. Data tersebut menunjukkan bahwa dengue masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai sepanjang tahun.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai situasi dengue di DKI Jakarta, komunikasi risiko, serta pengembangan media komunikasi kesehatan yang efektif untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian dengue. Arif Syaiful Haq memaparkan pentingnya penguatan surveilans, deteksi dini kasus, serta keterlibatan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk sebagai langkah utama pengendalian dengue.
Sementara itu, R. Dhanu Ramadityo menekankan bahwa komunikasi kesehatan harus disampaikan secara tepat sasaran agar mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat. Pada sesi pengembangan media, Galih Alestya Timur menjelaskan pentingnya penyusunan media komunikasi yang kreatif, menarik, dan mudah dipahami agar pesan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat berbagai upaya pengendalian dengue melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, penguatan surveilans penyakit, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan partisipasi masyarakat.
Menutup sesi diskusi, R. Dhanu Ramadityo menyampaikan bahwa keberhasilan komunikasi kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kualitas materi, tetapi juga kemampuan memahami audiens yang menjadi sasaran pesan. Tenaga promosi kesehatan perlu mengenali berbagai kelompok masyarakat yang memiliki peran strategis, mulai dari perangkat pemerintahan di tingkat lokal, ketua PKK, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat, sehingga pesan kesehatan dapat disampaikan secara lebih efektif.
Melalui rangkaian ASEAN Dengue Day 2026, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah dengue dengan rutin melakukan PSN 3M Plus, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala dengue. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, media, komunitas, dan masyarakat, target “Indonesia Menuju Nol Kematian akibat Dengue 2030” diharapkan dapat tercapai. [DN]
