Dorong Penguatan Kualitas Layanan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama Dewan Pengawas Gelar Monitoring dan Evaluasi Kinerja RSUD/RSKD
Jakarta, 13 Januari 2026 – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta bersama Dewan Pengawas menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kinerja RSUD/RSKD DKI Jakarta yang berlangsung di Ruang Auditorium Lantai 2, Gedung Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (13/1). Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau capaian kinerja pelayanan dan keuangan RSUD/RSKD DKI Jakarta berdasarkan evaluasi tahun 2023, 2024, serta Semester I Tahun 2025, sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan di masing-masing rumah sakit. Hadir dalam kegiatn ini Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Savitri Handayana, Sekretaris Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Balqis Rahmah, Ketua dan Anggota Dewan Pengawas, serta Para Direktur RSUD/RSKD.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa berbagai masukan dan paparan yang disampaikan Dewan Pengawas merupakan bahan penting untuk melakukan introspeksi dan evaluasi capaian kinerja di setiap unit kerja.
“Apa yang disampaikan Dewan Pengawas sangat penting. Paparan tersebut sudah kita pegang bersama, selanjutnya masing-masing jajaran perlu melakukan introspeksi dan melihat kembali capaian kinerjanya,” ujar Ani.
Ia menekankan bahwa perbaikan yang paling efektif harus dimulai dari lingkungan kerja masing-masing rumah sakit, dengan mempelajari kekurangan, mengidentifikasi hal yang belum optimal, serta membandingkan kinerja antar rumah sakit, baik dari sisi pendapatan maupun belanja. Ani juga menekankan pentingnya penyajian data apa adanya sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan, tanpa manipulasi, karena data yang objektif akan menjadi panduan dalam peningkatan kinerja layanan kesehatan.
“Masukan-masukan sudah kita terima, kita sepakati, lalu kita tindak lanjuti di masing-masing unit untuk terus memperbaiki kinerja. Tujuannya satu, yaitu memberikan pelayanan terbaik dan kepuasan bagi masyarakat Jakarta,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas RSUD/RSKD DKI Jakarta, Umar Wahid, menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan bukan untuk membandingkan mana rumah sakit yang paling baik atau kurang baik, melainkan untuk membangun pemahaman bahwa seluruh rumah sakit merupakan satu kesatuan sistem pelayanan kesehatan daerah.
“Nanti akan terlihat kinerja pelayanan dan keuangan masing-masing rumah sakit, termasuk perbandingannya. Tujuannya agar kita semua memahami bahwa kita bekerja dalam satu kesatuan yang saling terkait,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, faktor kepemimpinan pimpinan rumah sakit menjadi salah satu unsur utama yang mempengaruhi kinerja.
“Kami berharap para direktur rumah sakit tergerak untuk menggerakkan organisasinya agar kedepan menjadi lebih baik. Yang sudah baik bisa semakin baik, dan yang masih kurang bisa menjadi baik,” lanjutnya.
Umar menambahkan bahwa Dewan Pengawas berharap kegiatan monitoring dan evaluasi dapat dilakukan lebih rutin, khususnya dalam sisa masa kerja Dewan Pengawas, guna memperkuat sinergi antara Dinas Kesehatan, rumah sakit daerah, dan Dewan Pengawas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kesehatan yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Mudah-mudahan ke depan kerja sama dan koordinasi antara Dinkes, RSUD/RSKD, dan Dewan Pengawas dapat semakin baik,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini disampaikan Penilaian Dewan Pengawas terhadap Laporan Kinerja dan Keuangan BLUD RSUD/RSKD tipe A, B, C dan D di Provinsi DKI Jakarta dari Tahun 2023 hingga 2025 semester I yang dibawakan oleh Dewan Pengawas, Achmad Harjadi, Yuditha Endah, Yvonne, N. J Palijama, dan Khafifah Any.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta berharap seluruh RSUD/RSKD dapat terus memperkuat tata kelola layanan dan keuangan secara akuntabel, meningkatkan kualitas kepemimpinan, serta memanfaatkan data secara optimal sebagai dasar pengambilan keputusan. Dengan sinergi yang kuat antara Dinas Kesehatan, Dewan Pengawas, dan manajemen rumah sakit, peningkatan kinerja diharapkan dapat berdampak langsung pada mutu pelayanan kesehatan dan kepuasan masyarakat Jakarta. [AA]
