Perkuat Integrasi Data Kesehatan, Pusat Data dan Teknologi Informasi Kesehatan Daerah Perkenalkan JakSIMRS
Jakarta, 25 September 2026 – Pusat Data dan Teknologi Informasi Kesehatan Daerah (Pusdatin) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta memperkenalkan Jakarta Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (JakSIMRS) kepada para Direktur RSUD dan RSKD di Provinsi DKI Jakarta dalam kegiatan pengenalan JakSIMRS yang dilaksanakan di Ruang Auditorium Lantai 2, Kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Jumat (25/9). Kegiatan dihadiri Kepala UPT Pusdatin, para Direktur RSUD dan RSKD, Kepala Satuan Pelaksana Sistem Informasi (Kasatpel SI) Pusdatin, serta Tim Pengembang JakSIMRS. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat integrasi dan standardisasi data kesehatan sekaligus memperkenalkan JakSIMRS sebagai platform sistem informasi manajemen rumah sakit yang dapat mendukung efisiensi pelayanan, pengambilan keputusan berbasis data, serta mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan sistem yang berbeda-beda.
Kegiatan diawali dengan pemaparan pengenalan JakSIMRS oleh Muhammad Fahrisal Arief (Risal), Kepala UPT Pusdatin Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dilanjutkan pemaparan teknis oleh Abdul Wahid dari Tim Pengembang JakSIMRS. Selanjutnya, empat rumah sakit yang telah menjadi pilot project JakSIMRS menyampaikan pengalaman implementasi, yaitu RSUD Cipayung, RSUD Kepulauan Seribu, RSUD Kebayoran Lama, dan RSUD Johar Baru. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan arahan Kepala UPT Pusdatin serta Kasatpel SI Pusdatin.
Direktur RSUD Cipayung, Agustina, menyampaikan bahwa sebagai salah satu rumah sakit pilot project, JakSIMRS membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan. Sistem tersebut telah mendukung berbagai proses, termasuk rekam medis elektronik, pendaftaran, layanan BPJS, laboratorium, radiologi, hingga administrasi. “Kami sangat terbantu sekali dengan adanya JakSIMRS ini. Dari sisi pelayanan, kami bisa lebih efektif dan efisien,” ungkap Agustina.
Direktur RSUD Kepulauan Seribu, Arif Purwiadi, menyampaikan bahwa JakSIMRS mendukung digitalisasi berbagai proses pelayanan, termasuk rekam medis elektronik, resep, klaim, dan skrining. Ia juga menilai penggunaan satu sistem dapat memudahkan akses informasi dan mendukung efisiensi pelayanan. “Kalau saya melihat JakSIMRS ini sebenarnya potong kompas dari berbagai sistem yang ada, terutama dari sisi penggunaannya yang user friendly,” ujar Arif.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha RSUD Kebayoran Lama, Ida Kurniawati, mengapresiasi pendampingan Tim Pengembang JakSIMRS selama proses implementasi. Menurutnya, dukungan tersebut membantu rumah sakit dalam menerapkan sistem sekaligus melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan pelayanan. “Teman-teman dari Pusdatin selalu siap mendampingi kami. Kapan pun kami menghubungi, pasti direspons dengan baik,” ungkap Ida.
Direktur RSUD Johar Baru, Asep Rakhmat Hendrawan, menyampaikan bahwa implementasi JakSIMRS menunjukkan pentingnya membangun satu sistem yang dapat digunakan bersama di tengah beragamnya sistem informasi yang digunakan rumah sakit. Ia juga mengapresiasi pendampingan langsung dari Tim Pengembang selama proses implementasi di RSUD Johar Baru. “Setiap rumah sakit pasti memiliki kearifan lokal sendiri-sendiri. Namun, ayo kita semangati bersama. Kita berikan masukan kepada tim pengembang agar kita bisa menuju satu sistem,” tegas Asep.
Risal menyampaikan bahwa JakSIMRS dikembangkan untuk menjawab kebutuhan rumah sakit terhadap sistem yang mampu mengintegrasikan berbagai proses pelayanan dan administrasi secara lebih terpadu. Sistem tersebut dikembangkan secara terpusat oleh Pusdatin dengan mengacu pada kebutuhan rumah sakit, mulai dari pendaftaran, rekam medis elektronik, rawat jalan, rawat inap, IGD, farmasi, laboratorium, radiologi, hingga klaim dan pelaporan. “JakSIMRS ini sebenarnya Dinas Kesehatan sedang berjuang menghadirkan sebuah sistem yang tidak berbiaya bagi rumah sakit, seperti yang tadi disampaikan Bu Agustina bahwa ini free dan sistemnya terbuka,” ujar Risal.
Melalui kegiatan tersebut, Pusdatin Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta membuka ruang bagi RSUD dan RSKD untuk mempertimbangkan implementasi JakSIMRS sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing rumah sakit. Pengalaman empat rumah sakit yang telah menjadi pilot project menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi terintegrasi membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, proses bisnis, serta komunikasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan pengembangan yang dilakukan secara terpusat, JakSIMRS diharapkan dapat memperkuat standardisasi data dan integrasi layanan kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Digitalisasi tersebut diharapkan turut mendukung pelayanan kesehatan dan layanan administrasi yang semakin efektif, efisien, terintegrasi, dan mudah diakses masyarakat. [RN]
