Peringati Hari Hipertensi Sedunia 2026, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Perkuat Kolaborasi Pengendalian Hipertensi
Jakarta, 9 Juni 2026 – Hipertensi masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di dunia. Di DKI Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan nasional, hipertensi merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular, seperti stroke, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, serta komplikasi lainnya yang dapat berdampak pada produktivitas masyarakat dan meningkatkan beban pembiayaan kesehatan. Untuk itu, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Hipertensi Sedunia Tahun 2026 dengan tema “Controlling Hypertension Together”, yang berlangsung di Ruang Auditorium Lantai 8 Gedung PK3D, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/6). Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Budi Setiawan, serta dihadiri oleh Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH) dr. Eka Harmeiwaty, Ketua Panitia World Hypertension Day InaSH 2026 dr. Ni Made Hustrini, staf Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Penanggung Jawab Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Suku Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, serta para dokter puskesmas di wilayah DKI Jakarta. Kegiatan ini juga menghadirkan sesi simposium bertema 'Controlling Hypertension Together: Strengthening Primary Care for Better Outcomes' dengan narasumber dr. Dimas Septiar, dr. Atika, dan dr. Abdul Wahid.
Tema Hari Hipertensi Sedunia Tahun 2026, “Controlling Hypertension Together”, menegaskan bahwa pengendalian hipertensi tidak dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan semata, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari individu, keluarga, komunitas, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, pemerintah, hingga berbagai sektor terkait lainnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat berbagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi, antara lain melalui penguatan skrining dan deteksi dini di puskesmas, Posbindu PTM, Posyandu Siklus Hidup, serta berbagai kegiatan berbasis komunitas. Selain itu, Dinas Kesehatan juga mengintegrasikan layanan penyakit tidak menular melalui transformasi layanan primer guna memberikan pelayanan yang lebih komprehensif dan berkesinambungan kepada masyarakat.
Upaya lainnya dilakukan melalui peningkatan kualitas tata laksana hipertensi sesuai standar klinis dan evidence-based practice, pemanfaatan data serta teknologi digital untuk pemantauan pasien hipertensi dan peningkatan kepatuhan pengobatan, serta penguatan kolaborasi dengan organisasi profesi, termasuk InaSH, perguruan tinggi, rumah sakit, dan berbagai mitra pembangunan kesehatan.
Melalui momentum Hari Hipertensi Sedunia Tahun 2026, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin, menerapkan pola hidup sehat, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Pengendalian hipertensi yang optimal tidak hanya berkontribusi dalam menurunkan angka kejadian stroke dan penyakit jantung, tetapi juga mendukung terjaganya produktivitas jutaan penduduk usia produktif serta mengurangi beban pembiayaan kesehatan di masa mendatang. [AA]
