blog-img-10

Keterangan : Bercerita ke Profesional Bukan Tanda Lemah, tetapi Langkah Berani Menjaga Kesehatan Mental 

Posted by : Administrator

Bercerita ke Profesional Bukan Tanda Lemah, tetapi Langkah Berani Menjaga Kesehatan Mental 

Hai Sobat Sehat, pernahkah kamu merasa tubuh baik-baik saja, tetapi pikiran terasa penuh dan hati terasa lelah?

Pagi hari berangkat bekerja atau sekolah, menghadapi kemacetan, menyelesaikan berbagai tugas dan tanggung jawab, lalu pulang dalam keadaan lelah. Keesokan harinya, rutinitas yang sama kembali berulang. Di tengah kesibukan tersebut, tidak sedikit orang yang tetap tersenyum dan terlihat baik-baik saja, padahal sedang menyimpan rasa cemas, sedih, atau tekanan yang tidak diketahui orang lain.

Kondisi seperti ini dapat dialami siapa saja. Sebagai kota metropolitan dengan mobilitas yang tinggi, kehidupan di Jakarta sering kali diwarnai berbagai tuntutan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, kondisi ekonomi, hingga persoalan dalam keluarga maupun hubungan sosial. Jika tidak dikelola dengan baik, berbagai tekanan tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Padahal, kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh. Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan bahwa kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi tekanan kehidupan, bekerja dan belajar secara produktif, menjalin hubungan sosial yang baik, serta berkontribusi kepada lingkungan sekitarnya 1.

Namun, masih banyak orang yang memilih memendam masalah karena khawatir dianggap lemah apabila mencari bantuan. Tidak sedikit pula yang merasa harus mampu menyelesaikan semuanya sendiri. Padahal, mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian untuk mengenali kebutuhan diri dan mengambil langkah aktif dalam menjaga kesehatan jiwa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa stigma terhadap masalah kesehatan mental masih menjadi salah satu hambatan utama yang menyebabkan seseorang menunda atau menghindari pencarian bantuan profesional 2,3.

Kamu Tidak Harus Menanggung Semua Sendiri

Mungkin kamu adalah orang yang selalu menjadi tempat bercerita bagi teman, rekan kerja, atau anggota keluarga. Mungkin kamu terbiasa menjadi sosok yang diandalkan dan selalu berusaha terlihat kuat. Namun, menjadi kuat bukan berarti harus memikul semua beban seorang diri.

“Sesekali, kita juga berhak untuk didengarkan”

Sama seperti tubuh yang membutuhkan pertolongan tenaga kesehatan saat sakit, kondisi emosional yang sedang tidak baik juga terkadang membutuhkan dukungan profesional. Meminta bantuan bukan berarti menyerah atau gagal menghadapi masalah. Sebaliknya, kemampuan untuk menyadari bahwa diri membutuhkan bantuan merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan langkah awal untuk mencegah masalah berkembang menjadi lebih berat 2,3.

Kapan Sebaiknya Mencari Bantuan Profesional?

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi tekanan hidup. Namun, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan, seperti merasa sedih, cemas, atau tertekan dalam waktu yang lama, sulit tidur atau justru tidur berlebihan, kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya disukai, sulit berkonsentrasi, merasa tidak berharga, atau ketika keluhan emosional mulai mengganggu pekerjaan, sekolah, maupun hubungan dengan orang lain.

Tanda-tanda tersebut dapat memengaruhi fungsi dan kualitas hidup seseorang apabila berlangsung dalam waktu yang lama 1. Jika kondisi tersebut mulai dirasakan secara terus-menerus, berkonsultasi dengan tenaga profesional dapat menjadi langkah yang tepat. Bantuan sejak dini dapat membantu seseorang memahami kondisinya, mengelola stres dengan lebih baik, serta mencegah masalah berkembang menjadi lebih berat di kemudian hari 4,5.

Bercerita Bukan Berarti Gagal Mengatasi Masalah

Masih ada anggapan bahwa pergi ke psikolog berarti seseorang tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Padahal, psikolog dan tenaga profesional kesehatan mental berperan membantu seseorang memahami apa yang sedang dirasakan, mengenali faktor yang memengaruhi kondisi emosionalnya, serta menemukan cara yang lebih sehat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dukungan profesional juga terbukti membantu meningkatkan kemampuan mengelola stres dan kesejahteraan psikologis 5. Sering kali, yang dibutuhkan bukanlah solusi yang rumit. Terkadang seseorang hanya membutuhkan ruang yang aman untuk bercerita, didengarkan tanpa dihakimi, dan dibantu memahami apa yang sedang dirasakan.

JakCARE: Teman Bicara Profesional untuk Warga Jakarta

Kabar baiknya, masyarakat kini semakin mudah mendapatkan dukungan kesehatan jiwa tanpa harus menunggu kondisi menjadi lebih berat.

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat di tengah mobilitas yang tinggi, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menghadirkan JakCARE (Jakarta Counseling Assistance and Resilience Empowerment), layanan telekonsultasi kesehatan jiwa yang aman, nyaman, dan menjaga kerahasiaan pengguna.

Melalui JakCARE, masyarakat dapat berkonsultasi dengan psikolog klinis, memperoleh dukungan psikologis awal, mendapatkan edukasi kesehatan jiwa, serta memperoleh arahan layanan lanjutan sesuai kebutuhan.

Layanan ini dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, kesulitan datang langsung ke fasilitas kesehatan, atau masih merasa ragu untuk memulai konsultasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa layanan telekonsultasi dapat meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, termasuk layanan kesehatan jiwa, terutama bagi masyarakat yang menghadapi hambatan waktu, jarak, maupun stigma dalam mencari bantuan 6,7.

JakCARE dapat diakses melalui aplikasi JAKI maupun hotline JakCARE yang tersedia selama 24 jam setiap hari, sehingga masyarakat dapat memperoleh bantuan kapan pun dibutuhkan.

Berani Mencari Bantuan adalah Bentuk Kepedulian pada Diri Sendiri

Tidak semua luka terlihat secara langsung. Seseorang bisa tampak baik-baik saja, padahal sedang menghadapi tekanan dalam dirinya. Karena itu, menjaga kesehatan mental bukan berarti harus selalu bahagia atau bebas masalah. Yang penting adalah mengenali kondisi diri, mengelola tekanan, dan berani mencari bantuan saat diperlukan.

Tidak ada masalah yang terlalu kecil untuk diceritakan, dan tidak perlu menunggu hingga kondisi menjadi lebih berat untuk mencari bantuan.

Jika belakangan ini kamu merasa lelah, kewalahan, cemas, sedih berkepanjangan, atau hanya membutuhkan seseorang untuk mendengarkan, jangan ragu mencari bantuan.

Ingat, bercerita kepada profesional bukanlah tanda lemah, melainkan langkah berani untuk menjaga kesehatan jiwa.

Yuk, Sobat Sehat, lebih peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Setiap orang berhak mendapatkan dukungan saat membutuhkannya.

JakCARE siap menjadi pintu awal untuk mendapatkan dukungan yang kamu butuhkan.

 

Referensi

  1. World Health Organization. Mental Health: Strengthening Our Response. Geneva: WHO; 2025. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response
  2. Yang, X., Hu, J., Zhang, B., Ding, H., Hu, D., & Li, H. (2024). The relationship between mental health literacy and professional psychological help-seeking behavior among Chinese college students: mediating roles of perceived social support and psychological help-seeking stigma. Frontiers in psychology, 15, 1356435. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1356435
  3. Awan, M., Boyce, M. A., & Lindsay, B. L. (2025). Mental health literacy and help-seeking: the mediating role of self-stigma and emotional intelligence. Frontiers in psychology, 16, 1589093. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1589093 
  4. Baklola, M., Terra, M., Taha, A. et al. Mental health literacy and help-seeking behaviour among Egyptian undergraduates: a cross-sectional national study. BMC Psychiatry 24, 202 (2024). https://doi.org/10.1186/s12888-024-05620-7 
  5. Shi, K., & Tian, J. (2025). The impact of mental health literacy on professional psychological help-seeking attitudes among Chinese college students: the chain mediating role of anxiety and depression. Frontiers in psychology, 16, 1553716. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1553716 
  6. Shaver J. (2022). The State of Telehealth Before and After the COVID-19 Pandemic. Primary care, 49(4), 517–530. https://doi.org/10.1016/j.pop.2022.04.002 
  7. World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240049338 

Kembali

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Jl. Kesehatan No 10
Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
DKI Jakarta 10160

    Kontak

  • +62213451338
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    +62 822-1388-8006 (Hotline)
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    dinkes@jakarta.go.id

Media Sosial

   Sitemap