blog-img-10

Keterangan : Imunisasi, Melindungi Tubuh Sejak Dini

Posted by : Administrator

Imunisasi, Melindungi Tubuh Sejak Dini

Imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat paling efektif dan efisien dalam mencegah beberapa penyakit menular berbahaya. Sejarah telah mencatat besarnya peranan vaksinasi dalam menyelamatkan masyarakat dunia dari kesakitan, kecacatan bahkan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi  (PD3I).

Demi mendapatkan perlindungan seumur hidup, anak perlu mendapatkan imunisasi lengkap sesuai dosis dan jadwal sejak lahir hingga berusia satu tahun. Setelah itu, anak perlu mendapatkan imunisasi lanjutan pada usia 18 bulan, selama bersekolah, dan saat dewasa, serta imunisasi tambahan atau mengejar imunisasi yang tertunda sesuai dengan kampanye vaksin dari Kementerian Kesehatan RI.

Pada masa pandemi COVID-19, meskipun ada target penanganan COVID dan vaksinasi COVID-19,  imunisasi rutin tetap harus diberikan sesuai jadwal untuk melindungi anak dari PD3I. Penundaan imunisasi akan memperbesar risiko Kejadian Luar Biasa PD3I yang akan memperparah kondisi Pandemi ini.

Pemberian imunisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan sejumlah kecil virus atau bakteri yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Hal ini bertujuan untuk memicu respons kekebalan tubuh, sehingga menghasilkan antibodi untuk penyakit tertentu. Tujuan lainnya ketika sudah menerima imunisasi, maka bisa memicu proses peningkatan sistem kekebalan. Dan pada akhirnya, ketika terpapar dengan virus/mikroorganisme lainnya penyebab penyakit, sistem kekebalan tubuh sudah siap untuk memberi pertahanan, melawan infeksi. 

Pemerintah menetapkan pemberian imunisasi hanya sekali dosis untuk beberapa jenis vaksin, namun ada yang membutuhkan lebih dari satu dosis, sebagai bagian dari penguatan atau booster demi memberikan perlindungan berkelanjutan dari penyakit. Semua program imunisasi yang menjadi bagian dari program imunisasi rutin wajib akan dibebaskan dari tanggungan biaya, dalam kondisi dan persyaratan tertentu.

 

Jenis Imunisasi 

Pada dasarnya, sekali lagi imunisasi diberikan wajib, agar anak dapat terhindar dari kesakitan, kecacatan bahkan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi. Imunisasi merupakan cara yang paling tepat dan cost effective untuk mencegah kematian ibu dan anak. Nah oleh karena itu, para orang tua wajib tahu jenis-jenis imunisasi dan waktu pelaksanaannya. Berikut jadwal imunisasi rutin yang disediakan oleh Pemerintah ;

 

Vaksin

Dosis

Cara pemberian

Mencegah

Saat lahir

 

 

 

Hepatitis B dosis 0 bulan

Satu dosis

Injeksi

Hepatitis B, kanker hati

1 BULAN

 

 

 

Bacillus Calmette Guerin (BCG)

Satu dosis

Injeksi

TBC

Oral Polio Vaccine (OPV)-1

Dosis pertama

Oral

Polio

2 BULAN

 

 

 

DPT-HB-Hib 1

Dosis pertama

Injeksi

Difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, kanker hati, meningitis, pneumonia

Oral Polio Vaccine
(OPV)-2

Dosis kedua

Oral

Polio

Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) 1

Dosis pertama

Injeksi

Penyakit radang paru, radang selaput otak, radang telinga yang disebabkan oleh bakteri Pneumokokus

3 BULAN

 

 

 

DPT-HB-Hib 2

Dosis kedua

Injection

Difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, kanker hati, meningitis, pneumonia

Oral Polio Vaccine (OPV)-3

Dosis ketiga

Oral

Polio

Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) 2

Dosis kedua

Injeksi

Penyakit radang paru, radang selaput otak, radang telinga yang disebabkan oleh bakteri Pneumokokus

4 BULAN

 

 

 

DPT-HB-Hib 3

Dosis ketiga

Injeksi

Difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, kanker hati, meningitis, pneumonia

Oral Polio Vaccine (OPV)-4

Dosis terakhir

Oral

Polio

Inactivated Polio Vaccine (IPV)-1

Satu dosis

Injeksi

Polio

9 MONTHS

 

 

 

Campak-Rubela

Dosis pertama

 Injeksi

Campak, Rubela

 12 BULAN

 

 

 

Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) 3

Dosis ketiga

Injeksi

Penyakit radang paru, radang selaput otak, radang telinga yang disebabkan oleh bakteri Pneumokokus

18 BULAN

 

 

 

Campak-Rubela

Dosis kedua

 Injeksi

Campak, Rubela

DPT-HB-Hib 4

Dosis terakhir

Injeksi

Difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, kanker hati, meningitis, pneumonia

KELAS 1 SD

 

 

 

Campak-Rubela

Dosis terakhir

Injeksi

Campak, Rubela

DT

Satu dosis

Injeksi

 Difteri, Tetanus

KELAS 2 SD/madrasah/sederajat

 

 

 

 Td

Dosis pertama

Injeksi

Tetanus & Difteri pada orang dewasa

KELAS 5 SD/madrasah/sederajat

 

 

 

Td

Dosis terakhir

Injeksi

Tetanus & Difteri pada orang dewasa

Vaksin Human Papilloma Virus (HPV) (diberikan kepada siswi perempuan)

Dosis pertama

Injeksi

kanker leher rahim (kanker serviks) pada wanitadewasa

KELAS 6 SD/madrasah/sederajat

 

 

 

Vaksin Human Papilloma Virus (HPV) (diberikan kepada siswi perempuan)

Dosis kedua

Injeksi

kanker leher rahim (kanker serviks) pada wanitadewasa

Untuk mengetahui jadwal lengkap vaksin, orang tua bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di Puskesmas terdekat. Orang tua harus secara sadar mau membawa anaknya ke tempat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan imunisasi dan tidak mudah terpengaruh isu-isu negatif yang tidak tepat mengenai imunisasi. Selain itu, orang tua pun diimbau agar tidak mudah terpengaruh isu-isu negatif yang tidak tepat mengenai imunisasi.[hms]

Sumber: P2P Dinas Kesehatan Prov. DKI Jakarta & Unicef Indonesia

 

Kembali

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Jl. Kesehatan No 10
Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
DKI Jakarta 10160

    Kontak

  • +62213451338
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    +62 822-1388-8006 (Hotline)
    (Senin - Kamis 08:00 - 16.00 WIB)
    (Jum'at 08:00 - 16.30)

    dinkes@jakarta.go.id

Media Sosial

   Sitemap