Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
blog-img-10

Posted by : Administrator

Diabetes, Cegah Mulai Sekarang

Diabetes merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (gula darah), yang seiring waktu menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf.  Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormone insulin yang diproduksi pankreas. Tapi, pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak bisa menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Nah, glukosa yang menumpuk dalam darah akibat tidak dapat berubah menjadi energi, dapat mengganggu organ tubuh lainnya. Dalam keadan puncak, hal ini membuat berbagai komplikasi yang mengancam nyawa. Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Paling umum, orang dewasa bisa terkena penyakit diabetes tipe 2. Penyakit ini timbul ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin atau tidak menghasilkan cukup insulin. Dalam 3 dekade terakhir prevalensi diabetes tipe 2 telah meningkat secara dramatis di negara-negara di dunia. 

Sebelumnya, Diabetes tipe 1, dikenal sebagai juvenile diabetes atau insulin-dependent diabetes. Tipe diabetes ini merupakan kondisi kronis di mana pankreas memproduksi sedikit atau tidak menghasilkan insulin dengan sendirinya. Bagi penderita diabetes, akses ke pengobatan yang terjangkau, termasuk insulin, sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka. WHO sendiri membuat target untuk mengentaskan penyakit diabetes dan obesitas di tahun 2025.

 

Faktor Risiko Diabetes

Seseorang akan lebih berisiko terkena diabetes tipe 1 jika memiliki faktor berikut:

- Berusia 4–7 tahun atau 10–14 tahun

- Memiliki keluarga dengan riwayat Diabetes tipe 1

- Menderita penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus

- Menderita penyakit autoimun, seperti penyakit Grave, penyakit Hashimoto, dan Penyakit Addison

- Mengalami cedera pada pankreas akibat infeksi, tumor, cedera, kecelakaan, atau efek samping setelah operasi besar

- Sementara itu, diabetes tipe 2 lebih berisiko terjadi pada seseorang dengan faktor-faktor berikut:

- Berusia lebih dari 45 tahun

- Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2

- Jarang beraktivitas fisik atau berolahraga

- Memiliki kelebihan berat badan atau obesitas

- Menderita prediabetes

- Menderita kolesterol tinggi

- Menderita tekanan darah tinggi

Berdasarkan data dari badan kesehatan dunia, WHO, sekitar 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes, mayoritas tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan 1,5 juta kematian di dunia diakibatkan oleh diabetes setiap tahunnya. Jumlah kasus dan prevalensi diabetes juga terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. 

 

Gejala Diabetes

Gejala diabetes tipe 1 meliputi sering buang air kecil, haus, lapar terus-menerus, penurunan berat badan, perubahan penglihatan dan kelelahan. Yang patut digarisbawahi adalah, gejala-gejala ini dapat terjadi secara tiba-tiba. Gejala diabetes tipe 2 umumnya mirip dengan diabetes tipe 1, namun bahayanya bisa saja tidak dirasakan oleh pengidapnya. Akibatnya, penyakit ini baru dapat didiagnosis beberapa tahun setelah komplikasi muncul. Untuk itu, sangat penting untuk menyadari faktor risiko diabetes ini. 

 

Pencegahan dan Pengobatan

Diabetes tipe 1 saat ini tidak dapat dicegah. Pendekatan yang efektif untuk mencegah diabetes tipe 2 dan untuk mencegah komplikasi dan kematian dini yang dapat diakibatkan oleh semua jenis diabetes seperti berolahraga secara teratur, makan dengan sehat, menghindari merokok, dan mengontrol tekanan darah serta lemak. Hal penting yang perlu dilakukan juga adalah diagnosis dini. Semakin lama tidak terdiagnosis dan tidak diobati, kemungkinan hasil kesehatannya akan semakin buruk. Oleh karena itu, hal mudah yang dilakukan dengan melakukan cek kesehatan berkala, yang bisa dilaksanakan di Puskesmas terdekat. Cek kesehatan tersebut meliputi pengukuran tinggi, berat badan, lingkar perut, cek gula darah, dan konsultasi dengan tenaga medis.

Pengobatan diabetes tergantung pada jenis diabetes yang dialami oleh pasien. Pada diabetes tipe 1, pasien akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. Beberapa pasien diabetes tipe 2 juga disarankan untuk menjalani terapi insulin untuk mengatur gula darah. Insulin tambahan biasanya akan diberikan melalui suntikan, bukan dalam bentuk obat oral. Dokter akan mengatur jenis dan dosis insulin yang digunakan, serta memberitahu cara menyuntiknya.

Pada kasus diabetes tipe 1 yang berat, dokter akan merekomendasikan prosedur transplantasi pankreas untuk mengganti pankreas yang rusak. Pasien diabetes tipe 1 yang berhasil menjalani transplantasi tersebut tidak memerlukan lagi terapi insulin, tetapi harus mengonsumsi obat immunosupresif secara rutin. Pada pasien diabetes tipe 2, dokter akan meresepkan obat-obatan, salah satunya adalah metformin. Metformin berfungsi menurunkan produksi glukosa dari hati dan membantu tubuh dalam mengolah insulin secara efektif. Dokter juga dapat memberikan suplemen atau vitamin guna mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Misalnya, pasien diabetes yang sering mengalami gejala kesemutan akan diberikan vitamin neurotropik.

Vitamin neurotropik umumnya terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12. Vitamin-vitamin ini bermanfaat untuk menjaga fungsi dan struktur saraf tepi. Hal ini sangat penting untuk pasien diabetes tipe 2 agar terhindar dari komplikasi neuropati diabetik yang cukup sering terjadi.

 

Foto dan artikel: Berbagai Sumber