berita

PERINGATAN HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA 2017 “ Ngerokok Cuma Bakar Uang” Menghiasi Bus TransJakarta

Jakarta, 6 Juni 2017 – Komnas Pengendalian Tembakau Bekerja Sama dengan PT Transjakarta Meluncurkan iklan layanan masyarakat (ILM) “ Ngerokok Cuma Bakar Uang” di Balai Kota DKI Jakarta. Masih dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2017, ILM pada bus Transjakarta ini bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat akan kerugian “membakar uang” dalam komsumsi rokok.
Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 11,13 persen atau sekitar 28,51 juta (September , 2015) yang memprihatinkan, di waktu yang sama, rokok (atau lebih spesifik rokok kretek filter) menjadi komoditi nomor dua tertinggi yang memberi pegaruh besar terhadap garis kemiskinan setelah beras, yaitu masing masing sekitar 8 persen, baik di perkotaan maupun di perdesaan.
Di sisi lain, Badan Pelayanan Jaminan Sosal (BPJS) Kesehatan Mencatat , Beban biaya pelayanan kesehatan penyakit tidak menular (PTM) terbesar pada 2015 adalah penyakit penyakit utama penyebab kematian , yaitu penyakit Jantung, gagal ginjal kronik, kangker dan stroke yang mencapai 23,9 persen dari total biaya pelayanan kesehatan  atau 13,6 triliun rupiah. Sementara itu, komsumsi rokok adalah faktor utama risiko penyakit penyakit penyebab kematian tesebut, dengan stroke menempati posisi tertinggi peyebab kematian.
Dari fakta fakta di atas, dapat melihat bagaimana komsumsi rokok dapat menjadi beban yang sangat besar dalam ekonomi, baik secara makro maupun mikro, terutama pada penduduk miskin, Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI) pernah merilis hasil risetnya bahwa biaya komsumsi rokok pada keluarga miskin sangat besar, yaitu 14 kali biaya komsumsi daging, 11 kali biaya kesehatan, dan tujuh kali biaya pendidikan. Sangat di sayangkan bahwa prioritas pengeluaran keluarga justru bukan untuk peningkatan kualitas anggota keluarga , namun untuk komsumsi yang malah merugikan.
Untuk itulah, kita wajib mengingatkan masyarakat bahwa komsumsi rokok bukan hanya merugikan kesehatan, namun juga ekonomi. Karen itu, ungkapan “ merokok hanya membakar uang” perlu dihidupkan kembali.
“ Iklan layanan masyarakat yang kami buat ini mengingatkan masyarakat bahwa merokok itu sangat sia-sia. Masyarakat Indonesia harus pandai memilih prioritas dalam hidupnya sehingga bukannya memilih membelanjakan uangnya untuk merokok, tapi untuk hal hal yang jauh lebih bermanfaat, seperti perbaikan gizi keluarga, memilih pendidikan yang bagus untuk anaknya dan sebagainya,” pesan Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau , DR.dr.Prijo Sidipratomo Sp.Rad. Pesan ini sejalan dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat kerja Kesehatan Nasional 2017 beberapa waktu lalu” jangan sampai ada uang dipaki untuk beli rokok dan tidak dipakai untuk menambah gizi anaknya”.
Bekerja sama dengan PT Transjakarta, ILM dengan jargo” Ngerokok Cuma Bakar Uang” ini digambarkan dengan dompet kosong yang tertera di badan bus Transjakarta. Selain itu ILM bertema ekonomi ini juga disematkan di kaca belakang pada sepuluh bus reguler lain dengan harapan dapat mengispirasi masyarakat untuk berpikir ekonomis dalam pilihannya mengkomsumsi rokok saat melihat ILM ini beredar di jalanan Jakarta. Di setiap ILM, juga tertera nomor layanan Berhenti Merokok oleh Kementerian Kesehatan RI: 0800-177-6565 bagi masyarakat yang ingin berhenti merokok.
Mendukung diwujudkannya ILM ini, Direktur Utama PT Transjakarta , Budi Kaliwono menyampaikan,” kami sangat setuju dengan Kampaye ini. Masyarakat Indonesia , terutama masyarakat Jakarta, harus bisa mentas dari garis kemiskinan.kalau komsumsi rokok Cuma membuat kita bertambah miskin, kenapa harus merokok?
Dalam peluncuran ILM” Ngerokok Cuma Bakar Uang” pada Bus Transjakarta yang di resmikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta , Bapak Saefullah, Komnas Pengendalian Tembakau juga memberikan penghargaan Pengendalian Tembakau Kepada PT Transjakarta yang telah turut melakukan upaya pengendalian tembakau di bidangnya. Sejak tahun 2012 , PT Transjakarta secara konsisten memberikan ruang iklan iklan layanan masyarakat tentang bahaya rokok sehingga masyarakat mendapat informasi yang seimbang dari iklan iklan rokok yang selama ini beredar.

Keterangan lebih lanjut, hubungin Kantor Komnas Pengendalian Tembakau (021) 3917354/ komnaspt@yahoo.co.id atau Media Officer: Nina Samidi ( 081290363685/midiasih@yahoo.com).

 

 

 

Leave a Reply