berita

AKREDITASI PUSKESMAS DINAS KESEHATAN PROVINSI DKI JAKARTA

AKREDITASI PUSKESMAS
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional. Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Keberhasilan pembangunan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan nasional diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Puskesmas merupakan garda depan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar. Puskesmas yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal perlu dikelola dengan baik, baik kinerja pelayanan, proses pelayanan, maupun sumber daya yang digunakan. Masyarakat menghendaki pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu serta dapat menjawab kebutuhan mereka. Oleh karena itu upaya peningkatan mutu, manajemen risiko dan keselamatan pasien perlu diterapkan dalam pengelolaan puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat melalui upaya pemberdayaan masyarakat dan swasta.
Penilaian keberhasilan Puskesmas dapat dilakukan oleh internal organisasi Puskesmas itu sendiri dengan Penilaian Kinerja Puskesmas , yang mencakup manajemen sumber daya termasuk alat, obat, keuangan dan tenaga, serta didukung dengan manajemen sistem pencatatan dan pelaporan.
Untuk menjamin bahwa perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko dilaksanakan secara berkesinambungan di Puskesmas, maka perlu dilakukan penilaian oleh pihak eksternal dengan menggunakan standar yang ditetapkan yaitu melalui mekanisme akreditasi. Puskesmas wajib untuk diakreditasi secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali, berdasarkan ketentuan Pasal 39 ayat (1) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Permenkes No. 46tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Dokter Gigi pasal 3 ayat (1) juga menyebutkan bahwa Puskesmas, Klinik Pratama, tempat praktik mandiri dokter, dan tempat praktik mandiri dokter gigi wajib terakreditasi.
Akreditasi Puskesmas adalah Pengakuan yang diberikan oleh Lembaga Independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah memenuhi standar akreditasi (PMK 46/2015).Tujuan utama akareditasi Puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan program, serta penerapan manajemen risiko, dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.
Akreditasi Puskesmas menilai tiga kelompok pelayanan di puskesmas, Yitu:
A. Kelompok Administrasi Manajemen, yang diuraikan dalam:
1. Bab I. Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas (PPP)
2. Bab II. Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas (KMP)
3. Bab III. Peningkatan Mutu Puskesmas (PMP)
B. Kelompok Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang diuraikan dalam:
1. Bab IV. Upaya Kesehatan Masyarakat yang Berorientasi Sasaran (UKMBS)
2. Bab V. Kepemimpinan dan Manajemen Upaya Kesehatan Masyarakat (KMUKM)
3. Bab VI. Csasaran Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat
C. Kelompok Upaya Kesehatan Perseorangan, yang diuraikan dalam:
1. Bab VII. Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien (LKBP)
2. Bab VIII. Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK)
3. Bab IX. Peningkatan Mutu Klinis dan keselamatan Pasien (PMKP)

Sampai saat ini sudah 13 puskesmas kecamatan di lingkungan Provinsi DKI Jakarta yang sudah terakreditasi di bulan April 2016. Empat Puskesmas dengan predikat paripurna yaitu Puskesmas Kecamatan Senen, Puskesmas Kecamatan Cilandak, Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk dan Puskesmas Kecamatan Gambir. Predikat Utama diraih oleh 5 Puskesmas yaitu Puskesmas Kecamatan Menteng, Puskesmas Kecamatan Tambora, Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu, Puskesmas kecamatan Cakung dan Puskesmas Pasar Rebo, sedangkan predikat madya diraih oleh 4 puskesmas yaitu Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, Puskesmas kecamatan Penjaringan, Puskesmas Kecamatan Cilincing dan Puskesmas kecamatan Setiabudi.
Periode yang kedua yang sedang berlangsung di bulan Januari 2017 ini adalah 14 Puskesmas yang sedang disurvei yaitu Puskesmas Kecamatan Johar Baru, Puskesmas Kecamatan Pademangan, Puskesmas Kecamatan Kalideres, Puskesmas Kecamatan Cengkareng, Puskesmas Kecamatan Gogol Petamburan, Puskesms Kecamatan Kebayoran Baru, Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama, puskesmas Kecamatan Pancoran, Puskesmas Kecamatan Jagakarsa, Puskesmas Kecamatan Makasar, Puskesmas Kecamatan Pulo Gadung, Puskesmas Kecamatan KramatJati, Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, dan Puskesmas Kecamatan Cipayung.

Leave a Reply